Kediri, Elmahrusy Media
Serangkaian ujian semester ganjil telah selesai, menandakan perhelatan Ngaji Jurnalistik telah tiba masanya. Kegiatan tahunan hasil kerja sama antara Madrasah Aliyah Al-Mahrusiyah dengan Pers Mahrusy ini, akhirnya terlaksana pada Sabtu (20/12) di ruang auditorium Madrasah Aliyah Al-Mahrusiyah.
Pada edisi kali ini, Ngaji Jurnalistik telah menginjak edisi yang ke-7 dengan mengusung tema “Peradaban Sarung, Semangat Literasi yang Berdengung”.
Sebagaimana edisi-edisi sebelumnya, Ngaji Jurnalistik selalu mendatangkan tokoh-tokoh inspiratif yang keren dan hebat di bidangnya, untuk dijadikan narasumber.
Di edisi kali ini, menghadirkan Gus Achmad Dhofir Zuhri sebagai pemateri.
Siapa yang tidak kenal Gus Dhofir?
Seorang akademisi dan agamawan ini nyatanya seorang penulis aktif dengan buku-buku best sellernya. Sebut saja, Peradaban Sarung: Veni, Vidi, Santri (2018); Nabi Muhammad bukan Orang Arab? (2020); Titik Nol: Sebuah Antologi Cerpen; Filsafat Untuk Pemalas (2023); Filsafat Timur (Bukan) untuk Pemalas (2025).
Selain fokus mengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah, beliau memiliki rihlah ilmiah yang begitu panjang, baik nasional maupun internasional, dengan segudang pengetahuan dan pengalaman. Siapa sangka, ternyata beliau juga termasuk dosen tamu di Harvard University!
Acara ini turut dihadiri oleh bapak Imam Wasoli, S.Pd., M.Pd. selaku kepala madrasah, juga bapak Eko Santoso, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan. Di sesi itu, Pak Wasoli juga berkesempatan memberikan sambutannya:
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini, kegiatan ini bisa menjadi manfaat, maslahah fiddini wa dunya wal akhirah.”
Pada momen inti acara, Gus Dhofir menyampaikan materinya tentang berbagai sub-poin dari kejurnalistikan, mulai dari mengapa China begitu maju dan mendominasi perekonomian dinia belakangan ini; mau menemukan makna hidup, terang budi, dan cerlang waktu; kewartanwan dan jurnalisme; adakah panduan jurnalisme kritis untuk santri dan khususnya gen-z; cara menumbuhkan sikap kritis dan menulis secara kritis; kita semua adalah manusia pesanan.
Hal yang menjadi sangat hebat dan keren, semua itu beliau sampaikan dengan critical thinking ala filsuf dan tafsir Qur’ani ala kiai.
Terakhir beliau menyampaikan poinnya:
“Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai. Tapi idenya terus mengganggu dan gagasannya menggugah pembaca. Karya terbaik adalah karya yang tuntas dan dituangkan dalam tulisan, lebih-lebih tindakan, berangkat dari hati nurani dan bening hati.”
Sesi tanya jawab pun dibuka.
Hingga seketika kemeriahan terjadi pada sesi selanjutnya: pengumuman karya terbaik.
Ramai para peserta, baik putra maupun putri, baik siswa MA ataupun mahasiswa, bersama-sama menanti pengumuman atas karya-karya yang sudah mereka buat dan kirim.
MC membacakan list nama tersebut:
Juara 1 atas nama Nabhan M. Mazrul
Dengan judul tulisan “Mobilisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dalam Rangka Pembentukan Lapangan Kerja Secara Masif Di Indonesia”
Juara 2 atas nama Muhammad Bintang Pulung Jati
Dengan judul tulisan “Tanpa Arah Di Luar Jangkauan Orang Tua”
Juara 3 atas nama Firda Sofi Annisa
Dengan ilustrasi gambar bertemakan rumah tradisional tiongkok
Sampai pada akhirnya ditutup dengan do’a dan foto bersama.