web analytics

puisi

Ibu 

Kaulah gua tenang tempatku bermula Kaulah pelopor kebahagian saat aku bersapa pada dunia Kaulah penenang di kala aku meneteskan air mata Kaulah kekasih sejati yang selalu mencintai selamanya   Oh ibu, buaianmu selalu melekat pada diri seorang anak Didikan mu selalu menjadi pondasi kokoh dalam merajut mimpi purna Ajaranmu yang selalu menghiasiku dalam setiap dimensi […]

Pok-Pok

Saat nanti kau sudah berdaster Ingin kubunuh segala resah Kucaci segala gelisah Kubungkam omong kosong Semesta! Dengan cara apa kau menggodaku? Dengan tipu muslihat apa kau merayuku? Pelangi mati kutu Rintik hujan membatu Kita berhangat-hangat dalam selimut dastermu

Debat Sila Pertama

Ketuhanan yang Maha Esa Ada apa dengan Tuhan? Haruskah diEsa-esakan Kurang hebatkah Ia? Atau masih kurang hana dengan frasa Tuhan   Harusnya jodoh yang diEsakan Satu, kamu Penghambaan cinta Kepercayaan akan bahagia

Kala Semua Terungkap

Aku tahu pikirmu, pasti yang tidak-tidak Tidak terbalaslah, hilang ditelan waktulah, kena razia polisilah Kau lupa berpikir sebaliknya, aku mengingatnya   Kini kujawab tanda tanyamu Aku juga tahu kalau dirimu menunggu Tapi apa boleh buat   Bertemu, tanpa tahu Inginku sapa, tapi ragu Abu-abu warna pekat kelabu   Hilang… Tunggu… Menggerutu…   Balas senyum, balas […]

Kecup

Aku mencintaimu sepenuh kecup. Kecup hangat, lembut, dan menggairahkan itu, cukup lama: lama, lama, lama, selama-lamanya. Ternyata tidak cukup!

Rindu kampung

Di kala ombak menghantam bibir pantai Menggetarkan istana pasir yang berjajar rapi Memberi kabar tentang rindu dari hati kelabu Rindu untuk kampung berpenghuni perahu   Dari pancaran sinar rembulan ayu tersenyum manis padaku Di tambah dengan pasukan bintang menyerbu bumi Semakin membuat hati ini tak kuasa menahan rindu Semakin mengacaukan jiwa yang telah bersemayam tenang […]

Kelopak

Terbayang indahnya memiliki kekasih seorang penyair. Kata-kata yang mengalun, melandai, menyapa hangat gelora jiwa. Membuat bunga-bunga hati bermekaran dengan cantik, berseri. Penuh rela. Tapi, adakah yang lebih mencekam dan mencengkram dari luka hati? Berdarah-darah, berair-air mata, juga keringat itu nyatanya tak ada daya siram bunga yang melayu. Lebah hinggap, mengharap dan menggarap kelopak pada tangkai. […]

Cinta  Mendalam Seorang Lajang

Di benak hati paling dalam, terdapat  cinta yang tak bisa di utarakan Bersemayam tenang dengan menggebukan perasaan ta karuan Ia datang tanpa ku undang menetap tanpa ku harap Menundukan sekujur badan tanpa pilalang pandang Tanpa kasihan yang di berikan kepada seorang lajang   Semakin lama ia menetap semakin terasa jiwa ini tersergap Semakin lama ia […]

Manisan

Cukup mudah untuk membuat manisan: Bibirmu. Bibirku. Taburan puisi Sutardji Calzoum Bachri sebagai bumbu rahasia. Manisan telah siap. Santaplah dengan manusiawi yang penuh!

More Posts