web analytics

Kelabu yang Menghitam

Senja dan Kelabu
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:40 Second

Kelabu yang Menghitam

Karya : Angelia Salsabila Prasida

 

Kelabu datang dengan lembutnya

Seperti senja yang menatap dunia

Warnanya pudar, abu-abu di langit

Menunggu waktu, menunggu nasib

Also Read: Bengkel Papa

 

Namun, kelabu itu perlahan menghitam

Menghimpun beban, menyimpan pilu

Tak lagi tenang, tak lagi jelas

Jantungnya berdetak penuh keresahan

 

Matahari pun tak mampu meredakan

Badai dalam hati yang semakin keras

Kelabu yang dulu penuh harapan

Also Read: Kemelut Subuh

Kini menghitam dalam kesepian

 

Badai pun datang, mengusik jiwa

Menghapus senyum, menggantinya duka

Kelabu itu kini menjadi hitam

Seperti langit yang tak lagi terang

 

Namun, di balik hitam yang kelam

Ada secercah cahaya yang tak padam

Kelabu yang menghitam bukan akhir

Tetap ada harapan yang bisa menyinari

 

Mungkin kelabu harus menghitam

Untuk kembali melihat cahaya yang terang

Karena dalam kegelapan yang mendalam

Akan ada saatnya langit kembali cerah

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
puisi santri
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Last Year and Next Year

Last Year and Next Year

Bengkel Papa

Bengkel Papa

Peristiwa ditengah Malam

Peristiwa ditengah Malam

Hidup Bagai Majas

Hidup Bagai Majas

Kemelut Subuh

Kemelut Subuh

“ADA”

“ADA”