Benciku jadi rindu
Rasa hadir berbuah
Benar kata Aji
Benci adalah cinta tertunda
Tidak juga
Musuhku ratuku
Mendengar halus kulitnya
bagai mendengar kicau
bak hewan musim kawin
Minum Aqua penasaran hilang
Lebih dari bidadari
Cermin pun tersenyum melihatnya
Panah meregang hati
Banyak buaya menerkam
Omongan warga pun tetangga
terdengar sekadar lewat telinga
Pedas, sinis, juga iri
Apa mereka pengangguran?
Kebolehan tak ada
Pekerjaan pun tak sudi
Parasmu pahit hingga semut mampir
Kupu-kupu! Macam kupu-kupu
Wangimu membikin lalat mati
Ternyata pakai susuk
Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.
Find some desired keywords.