Kediri, Elmahrusy Media.
Setelah adzan maghrib berkumandang, gema takbir telah menggaung memeriahkan malam. Seruan kalimat takbir disertai tabuhan bedug yang menyemarakkannya, menandakan bahwa hari telah memasuki tanggal 10 Dzulhijjah. Momen ini menjadi isyarat perihal datangnya hari yang ditunggu umat muslim di seluruh dunia, yakni Hari Raya Idul Adha yang kini memasuki tahun ke-1447 Hijriyah.
Idul Adha ialah simbol penghambaan yang taat dari Nabi Ibrahim a.s., seorang ayah yang diuji oleh Allah untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail a.s. Dengan rasa ikhlas, keduanya bersedia melaksanakan perintah Allah. Namun dengan kasih serta kebesaran-Nya, Allah menunjukkan mukjizat-Nya, menggantikan posisi Nabi Ismail untuk disembelih dengan seekor domba/kambing. Inilah bukti kebesaran Allah yang tak ada tandingnya, serta potret kesabaran seorang ayah dan putranya dalam melewati ujian yang diberikan-Nya.
Kini, seluruh umat muslim dapat merayakannya, sebagaimana yang dilakukan oleh segenap santri PP. Al-Mahrusiyah III Ngampel. Di sela rangkaian ujian Madrasah Diniyah putri—mulai dari Muhafazhoh Akhirussanah (15/05), Koreksian Kitab (20/05), sampai dengan ujian tulis sejak hari Jumat (22/05)—kini seluruh santri dapat refreshing sejenak sembari bersuka cita merayakan Hari Raya Idul Adha.
Ning Hj. Niswatul Arifah (atau yang akrab kami sapa Mama Rifa) berpesan kepada para santri Asrama Al-Misky seusai beliau mengimami sholat maghrib santri Al-Misky pada (26/05), “Hari Raya Idul Adha adalah simbolik bagi umat muslim di seluruh dunia. Mari sareng-sareng (bersama-sama) malam ini kita membasahi lisan kita dengan memperbanyak dzikir,” tutur beliau.
Beliau juga mengarahkan terkait agenda yang akan dilaksanakan esok hari guna merayakan hari besar ini, khususnya mengenai pelaksanaan sholat Idul Adha yang akan diikuti oleh seluruh santri, “Besok, insyaallah sholat ied akan dimulai pukul 07.30 WIB. Anak-anak Al-Misky harus sudah siap, sudah mandi sunnah Idul Adha dan sudah menggunakan mukena, karena akan diberangkatkan pukul 06.00 WIB,” jelas Mama Rifa.
Sesuai agenda, pada hari rabu pagi (27/05) setelah pelaksanaan sholat shubuh, seluruh santri langsung bersiap guna melaksanakan sholat ied. Para santri mulai diberangkatkan sekitar pukul enam pagi. Santri putra di Masjid Al-Utsmaniyah, santri putri (Asrama Al-Misky, Al-Asyiqie dan Al-Qomariyah) di Aula KH. Imam Yahya Mahrus yang semuanya diimami oleh KH. Reza Ahmad Zahid.

Setelah sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian khutbah oleh KH. Reza Ahmad Zahid. Kegiatan berlangsung dengan sangat khidmat. Di akhir khutbahnya, beliau mengajak para pengqurban serta para santri putra untuk menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurban.
“Insyaallah setiap tetes darah dari qurban akan menjadi kafarat. Barang siapa yang menyaksikan kafarat ad-dam (penebusan darah) dalam berqurban, maka akan menjadi kafarat ad-dzunub (penebusan dosa) bagi yang menyaksikan,” terang beliau KH. Reza Ahmad Zahid.
Shola ied di Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah III Ngampel ini selesai pada pukul 07.05 WIB. Setelahnya, seluruh santri putri kembali ke asrama masing-masing. Sementara itu, santri putra melanjutkan kegiatan dengan ziarah maqbaroh KH. Imam Yahya Mahrus dan disambung dengan persiapan penyembelihan hewan qurban. Beberapa hewan qurban yang disembelih merupakan qurban para santri yang diamanahkan di Asrama Al-Misky, jumlahnya mencapai delapan ekor kambing atau domba (hewan qurban tersebut boleh dibawakan dari rumah ataupun memasrahkan pembeliannya di asrama). Adapun nama-nama santri Al-Misky yang berqurban di Asrama atas nama:
Agenda yang dilaksanakan di sela kesibukan para santri ini menjadi sebuah wadah guna meningkatkan ketaqwaan serta ukhuwwah antar-santri. Walaupun tanpa bermuwajjahah (bertatap muka) dengan sanak keluarga, namun para santri masih bisa merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita.
Wallahu a’lam.
Oleh: Zahra Nur Khumairok