web analytics

Meraih kemuliaan dengan Al- Qur’an

0 0
Read Time:11 Minute, 48 Second

Al- Qur’an adalah kalamullah atau firman Allah SWT. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui malaikat Jibril secara berangsur- angsur, bernilai ibadah ketika membacanya, dan berperan sebagai petunjuk bagi umat Islam.

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah membaca Al- Qur’an, sebagaimana Allah SWT. berfirman dalam Q.S. Fathir ayat 29- 30

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ۝٢٩ لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ ۝٣٠

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi. (Demikian itu) agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Tentunya tidak serta merta ayat di atas turun tanpa hikmah. Karena. Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dari membaca Al- Qur’an :

  1. Mendapatkan pahala yang sempurna dan karunianya Allah

Sebagaimana firman Allah dalam Al- Qur’an surat Fathir tadi, bahwa Allah akan menyempurnakan pahala dan menambah karunia terhadap orang yang membaca Al- Qur’an.

  1. Mendapat pahala yang berlipat ganda

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan  Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi, no. 2910).

  1. Membaca Al- Qur’an adalah ibadah paling utama

Rasullulah SAW. Bersabda bahwa membaca Al- Qur’an adalah ibadah yang paling utama. Sebagaimana Hadits nabi yang diriwayatkan oleh Nu’man Bin Basyir :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

Ada juga sebuah riwayat dari Abu Musa Al- ‘Asy’ari R.A. bahwa Rasulullah bersabda bahwa perumpamaan seorang mu’min yang membaca Al- Qur’an itu harum seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Sedangkan perumpamaan seorang mu’min yang tidak membaca Al- Qur’an itu seperti buah kurma yang tidak harum tapi rasanya manis dan enak (At- Tibyan Fii Adabi Hamalati Al- Qur’an )

وعن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال قال رسول الله ﷺ: * مثل المؤمن الذي يقرأ القرآن مثل الأترجة ريحها طيب وطعمها طيب ومثل المؤمن الذي لا يقرأ القرآن مثل التمرة لا ريح لها وطعمها طيب حلو…الحديث

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis”

Memberi Syafa’at kelak di hari kiamat .4

Dengan membaca Al- Qur’an juga, ia akan memberi syafa’at kelak nanti di hari kiamat. Sebagaimana Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Umamah R.A.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ

““Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad).

  1. Membersihkan hati

Hakikatnya manusia yang memang menjadi tempatnya lupa dan salah menjadikannya memiliki hati yang mudah sekali ternodai. Maka dari itu, salah satu hikmah dari membaca Al- Qur’an ialah membersihkan hati. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.

وقال صلى الله عليه و سلم إن القلوب تصدأ كما يصدأ الحديد فقيل يا رسول الله وما جلاؤها فقال تلاوة القرآن وذكر الموت أخرجه البيهقي

“Rasulullah saw bersabda, ‘Sungguh, hati itu berkarat sebagaimana besi dimakan karat.’ ‘Wahai Rasulullah, lalu apa yang dapat membersihkannya?’ tanya sebagian sahabat. ‘Membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian,’ jawab Rasulullah,” (HR Al-Baihaqi).

  1. Menjadi Petunjuk seorang Muslim

Poin utama dari Al- Qur’an ialah ia menjadi pegangan seorang muslim. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Q.S. Al- Baqarah ayat 2

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ۝٢

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”

  1. Menjadi penenang dan obat hati

Setiap kalam Allah yang kita baca mampu mengingatkan kita kepada Allah dan mampu menenangkan hati.

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. ” ( Q.S. Ar- Ra’d ayat 28)

Selain mampu menenangkan hati Al- Qur’an juga menjadi penawar bagi segala kegelisahan.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ۝٨٢

”Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Q.S. Al- Isra’ ayat 82)

Keutamaan- keutamaan tadi semakin terasa terutama di bulan Ramadhan. Karena pada bulan inilah Al- Qur’an diturunkan dan umat islam dianjurkan lebih meningkatkan ibadahnya. Selain karena bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al- Qur’an, di bulan ini juga seluruh amal ibadah pahalanya akan di lipatgandakan. Sebagaimana H.R. Khuzaimah dan Ibn Baihaqi

مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ وَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ

“Barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya.”

Pada bulan Ramadhan juga Nabi Muhammad SAW. Melakukan rutinan bertadarus Al- Qur’an kepada Malaikat Jibril. Sebagaimana Hadits riwayat Ibnu ‘Abbas

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas berkata:” Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus” (HR Bukhari).

Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa membaca Al- Qur’an terutama pada bulan Ramadhan.

Besarnya keutamaan membaca Al- Qur’an tentu menuntut kita untuk tidak membacanya secara sembarangan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui dan menjaga adab- adab terhadap Al- Qur’an. Berikut beberapa Adab- adab terhadap Al- Qur’an menurut Imam An- Nawawi dalam Kitabnya yang berjudul At- Tibyan Fi Adabi Hamalati Al- Qur’an

  1. Berniat Ikhlas
  2. Membersihkan mulut terlebih dahulu sebelum membacanya
  3. Dalam keadaan suci
  4. Membaca Al- Qur’an di tempat suci dan baik
  5. Menghadap kiblat
  6. Membaca Ta’awwudz terlebih dahulu
  7. Khusyu’ dan Tadabbur ‘ala ma’na
  8. Di sunnahkan mengulang ayat untuk mentadabburi ma’nanya
  9. Membaca dengan Tartil

Dan masih banyak lagi adab yang harus diperhatikan ketika hendak membaca Al- Qur’an seperti yang di bahasa dalam kitab- kitab klasik ulama salaf .

Jika membaca Al-Qur’an saja memiliki keutamaan yang luar biasa dan harus disertai adab, maka lebih utama lagi kedudukan orang yang tidak hanya membacanya, tetapi juga menghafalnya dan menjaganya dalam hati. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ” قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ ” قَالَ: “هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ”

Dari Anas Bin Malik RA. ;” Rasulullah SAW. Bersabda ‘ Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia ‘ Para Sahabat bertanya ‘ Wahai Rasulullah, siapakah mereka ?’ Beliau bersabda ‘ Mereka adalah Ahli Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang- orang khususnya’ ” (HR. Ibnu Majah)

Kedudukan seorang penghafal Al- Qur’an di Surga di tentukan oleh jumlah ayat yang mereka hafal dan baca semasa di Dunia. Allah SWT memberikan penghormatan khusus. Saat memasuki surga, mereka diperintahkan untuk membaca ayat-ayat yang dihafal, dan setiap ayat mengangkat derajat mereka ke tempat yang lebih mulia. Sebagaimana Hadits Nabi SAW.

“Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau menartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. At-Tirmidzi)

Selain itu, keutamaan tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh para penghafal Al- Qur’an, tetapi juga oleh orang tua yang mendidik dan membimbing anaknya hingga menjadi Huffadz. Rasulullah SAW. Bersabda;

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ الأَسْلَمِيِّ ، عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ : «مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لاَ يَقُومُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولانِ : بِمَا كُسِيْنَا ؟ فَيُقَالُ : بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

Dari Abdulloh bin Buraidah  Al-Aslamiy, dari bapaknya radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari nur (cahaya), sinarnya seperti sinar matahari. Kedua orang tuanya akan dipakaikan sepasang pakaian yang tiada bandingannya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya, “Mengapa kami diberi pakaian ini?” Maka dijawab, “Disebabkan anakmu berpegang dengan Al-Qur’an”.

Melihat begitu besar keutamaan yang dijanjikan bagi para penghafal Al-Qur’an, tentu timbul keinginan dalam diri kita untuk menjadi bagian dari mereka. Lalu, bagaimana cara agar kita bisa menjadi penghafal Al-Qur’an?

Pertama, tentunya memiliki niat yang ikhlas hanya karena Allah dan  Himmah yang tinggi dalam menghafal Al- Qur’an yang akan membuat tetap termotivasi sepanjang proses menghafal. Kedua, dalam proses menghafal dikualifikasi oleh guru yang akan membimbing dan membantu proses menghafal. Ketiga, membuat jadwal rutin, seperti menentukan waktu khusus setiap hari untuk menghafal, misalnya setiap ba’da shubuh atau sebelum tidur. Keempat, Bisa memulai dengan surah- surah pendek terlebih dahulu. Setelah itu, naik bertahap ke bagian yang lebih panjang. Kelima, terus ulangi hafalan sampai benar- benar hafal. Keenam,  Selalu muraja’ah rutin hafalan yang sudah di hafal. Ketujuh, pahami makna dari ayat yang di hafal, dengan memahami arti akan memperkuat hafalan karena otak mengaitkan kata- kata dengan ma’na.  Kedelapan, gunakan mushaf yang sama, hal ini membantu ingatan visual karena otak akan mengingat posisi ayat di halaman.Kesembilan, sering- sering dengarkan murottal karena akan membantu menyatukan telinga, mulut, dan ingatan dalam menghafal.. Kesepuluh, tetap sabar dan istiqomah. Jangan lupa juga untuk selalu berdo’a agar diberi keistiqomhan dan kemudahan dalam menghafal.

Semoga kita semua diberi keistiqomahan untuk mendawamkan membaca Al- Qur’an juga mendapat kan syafa’at Al- Qur’an kelak di hari kiamat. Semoga mampu menjadikan Al- Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan hanya menjadi Hafidzul Qur’an tapi juga Hamilul Qur’an.  Aamiin.

Wallohu A’lam

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
Al-Qur;an

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Al-Fatih: Penakluk Konstantinopel, Pemimpin yang Saleh

Al-Fatih: Penakluk Konstantinopel, Pemimpin yang Saleh

Mengenal Bulan-Bulan Masehi

Mengenal Bulan-Bulan Masehi

Tsunami Aceh: Pagi yang Menjadi Luka dan Ingatan Bangsa

Tsunami Aceh: Pagi yang Menjadi Luka dan Ingatan Bangsa

Menyelami Misteri Lautan: Dunia Asing yang Ada di Bumi

Menyelami Misteri Lautan: Dunia Asing yang Ada di Bumi

Hidup Damai ala Piagam Madinah

Hidup Damai ala Piagam Madinah

Mengenal Apa Itu FKUB?

Mengenal Apa Itu FKUB?