web analytics

Ukir Sejarah Baru, Institut Teknologi Al Mahrusiyah Gelar Wisuda Sarjana Angkatan Pertama

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Kediri, Elmahrusy media.

Sejarah baru telah terukir di dunia pendidikan tinggi berbasis pesantren, Institut Teknologi Al Mahrusiyah (ITAMA) Kediri sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Pertama dalam rangka wisuda sarjana angkatan perdana pada Selasa (13/10/2026).

Momen sakral yang berlangsung di Aula KH Imam Yahya Mahrus ini menjadi bukti nyata transformasi santri dalam menguasai disiplin ilmu modern tanpa meninggalkan akar spiritualitas yang kuat.

Wisudawan dan wisudawati dari program studi Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Sipil resmi dikukuhkan dalam acara yang dihadiri oleh jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran para tokoh berpengaruh ini menegaskan posisi ITAMA sebagai Institusi yang memiliki legitimasi akademik sekaligus religius yang tinggi di wilayah Kediri.

Dr. KH. Melvien Zainul Asyiqien, S.H.I., M.Pd.I. selaku Rektor ITAMA memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, beliau juga berpesan kepada para lulusan angkatan pertama ini agar ilmu yang telah didapatkan tidak hanya menjadi hiasan.

“Kami berharap, Ilmu yang kalian dapat di Intitut Teknologi Al Mahrusiyah benar-benar bisa memberikan kemanfaatan, bermanfaat bagi diri sendiri bermanfaat bagi bangsa dan negara serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar, seperti yang didawuhkan khairunnas anfa’uhum linnas” Tuturnya.

Sementara itu perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,  Ir. Muhammad Yasin, M.Si., selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menekankan pentingnya peran lulusan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dari latar belakang santri untuk melakukan hilirisasi sektor pertanian dan mendukung kreativitas ekonomi nasional.

Suasana kemudian menjadi sangat emosional saat prosesi sambutan wakil wisudawan, yakni Muhammad Kafabih, salah satu lulusan Sarjana Teknik, menceritakan perjuangan hidupnya sebagai anak petani yang harus kehilangan ayah di tengah masa penyusunan skripsi, perjuangan ayahnya itulah yang membuat ia termotivasi untuk terus mengejar mimpi. Kisah inspiratif ini tentu menjadi representasi dari kegigihan seluruh wisudawan dalam melewati tantangan ekonomi dan akademik selama empat tahun masa studi. Apa yang disampaikan Muhammad Kafabih ini tentu memikat perhatian para hadirin, sekaligus menggarisbawahi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih gelar sarjana.

Dengan kelulusan angkatan pertama ini, ITAMA telah membuktikan diri sebagai laboratorium pengabdian yang mampu mencetak santri-sarjana yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang melambangkan kekeluargaan besar Al Mahrusiyah.

Wallahu A’lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
elmahrusy ID

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
BMK ke XV Sukses Terlaksana: Polemik Lahan Parkir dan Motor Inventaris

BMK ke XV Sukses Terlaksana: Polemik Lahan Parkir dan Motor Inventaris

Gus Izul: Identitas Santri dan Akademisi

Gus Izul: Identitas Santri dan Akademisi

Gus Reza: ITAMA Menggaet Rektor UNAIR sebagai Mentor

Gus Reza: ITAMA Menggaet Rektor UNAIR sebagai Mentor

Gus Melvin: Orientasi Ilmu Bagi Para Wisudawan

Gus Melvin: Orientasi Ilmu Bagi Para Wisudawan

Institut Teknologi Al Mahrusiyah Gelar Yudisium dan Studium Generale, Kukuhkan 23 Mahasiswa

Institut Teknologi Al Mahrusiyah Gelar Yudisium dan Studium Generale, Kukuhkan 23 Mahasiswa

Buya Kafa Menyampaikan Keutamaan Sholawat dan Takwa

Buya Kafa Menyampaikan Keutamaan Sholawat dan Takwa