Kediri, Elmahrusy Media
Dalam rangkaian sambutan pada acara Yudisium perdana dan Studium Generale Institut Teknologi Al Mahrusiyah (ITAMA) pada Senin (12/10) di Aula KH. Imam Yahya Mahrus Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah 3 Ngampel, sambutan atas nama Pengasuh Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah sekaligus Rektor Universitas Islam Tribakti disampaikan oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA.
Dalam sambutannya, beliau mengutarakan bahwa ITAMA sebagai kampus yang baru berdiri sekitar 4 tahun, melihat Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai mitra strategis untuk membimbing dan mendampingi proses akademik kami agar berkembang lebih baik ke depannya.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran Prof. Nasih. Dua tahun lalu kita sudah berselawat bersama di UNAIR, dan hari ini beliau berkenan hadir untuk membagikan pengalaman beliau bagi kami di ITAMA.” Ujar Gus Reza.
Gus Reza juga mengutarakan rasa bangganya terhadap ITAMA,
“Meskipun baru meluluskan 23 wisudawan perdana, kami sudah mulai melakukan langkah besar dengan mengadakan Memorandum of Understanding (MOU) bersama pihak terkait di Taiwan dan Korea Selatan. Gaung ITAMA sudah mulai terdengar di luar negeri. Saya sangat bersyukur dan bangga. Perjuangan mendirikan ITAMA selama 4 tahun ini bukanlah hal yang mudah. Hari ini adalah pembuktian atas yudisium dan wisuda perdana kita.”
Pengasuh Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah itu pun tak lupa memberikan pesan penting kepada para wisudawan agar senantiasa memegang teguh identitas ganda sebagai mahasiswa sekaligus santri saat terjun ke masyarakat,
“Para wisudawan harus ingat identitas kalian. Kalian adalah santri yang memiliki nilai agama kuat, sekaligus akademisi yang menguasai teknologi. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi masyarakat (khairunnas anfauhum linnas).”
Wallahu a’lam.