web analytics

Suara Ismail Kala Pisau Memanggil

2 0
Read Time:37 Second

Dalam cahaya pagi yang tenang,
Aku berdiri, dengan hati bergetar,
Bersama ayah, dalam sebuah perjalanan,
Mendengar seruan Tuhan, puncak segala tujuan.

“Ya Allah, ini langkahku,
Kepada-Mu, aku berserah,”
Dalam pelukan kasih ayah,
Aku relakan diri, seraya pasrah.

Di balik setiap tetesan air mata,
Ada cinta yang tak terhingga,
Pengorbanan adalah jalan suci,
Menuju ridha-Mu yang abadi.

Saat pisau mendekat, aku tak gentar,
Dalam hening, seakan sayup terdengar;
“Ismail, engkau dicintai,
Pengorbanan ini, untuk umat Ilahi.”

Also Read: Welcome

Dengan hati penuh, aku bersyukur,
Menjadi bagian dari kisah nan luhur,
Di setiap nafas, kurban ini berarti,
Cinta Allah, abadi dalam jiwa ini.

Oh, ayahku, lihatlah ke langit,
Dalam kasih, kita bertemu kembali,
Pengorbanan ini, bukan akhir yang sejati,
Melainkan awal kehidupan, dalam cahaya yang abadi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Struggle

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Welcome

Welcome

Last Year and Next Year

Last Year and Next Year

Bengkel Papa

Bengkel Papa

Peristiwa ditengah Malam

Peristiwa ditengah Malam

Hidup Bagai Majas

Hidup Bagai Majas

Kemelut Subuh

Kemelut Subuh