Potek
Kuingin aku yang tak pernah mengenalmu Tak pernah jumpa atau sesekali Tersapa kekakuan Oh… Oh… Hadeuh… Aku benar-benar tak tau harus berakhir begini Menjadi seperti ini Hingga akhirnya, Aku terkoyak rindu-rindu
Kuingin aku yang tak pernah mengenalmu Tak pernah jumpa atau sesekali Tersapa kekakuan Oh… Oh… Hadeuh… Aku benar-benar tak tau harus berakhir begini Menjadi seperti ini Hingga akhirnya, Aku terkoyak rindu-rindu
Apa yang harus kurisaukan tentang gelap? Sedangkan cahaya memelukku! Hati ini atau ruang itu tak begitu Meyakinkan Harus bagaimana? Sepi, tuntut, atau kaku baca buku-buku? Harus menyerah digempur Omong orang? Ah, bagaimana kau ini?! Huhu.
“Apa kabar ujung sarung?” Masihnya kau bingung termenung. Membeku kaku, ini bukan kali pertama kau ditanya. Ini yang kesekian kau yang tak menemu jawaban. Sedari lalu, awal, linglung, dan tak tau menau Terima kau atas tentang detik menahan waktu. Berani dan percaya dirinya kau tak menimbang ruang untuk jarak dan rindu-rindu yang berkepanjangan. Tentu […]
Sepi hampir padam… Sepi hampir padam… Bahaya! Aku mencintaimu meski semburat.
Suatu hari, seorang anak perempuan mengerjakan PR dari guru, dari kelas, dari sekolah, dari kurikulum yang baru saja ditetapkan: “Adab dan Peradaban”. Di sana ada 3 PR. PR pertama, pelajaran Antropologi yang terhitung luas akan sosial, budaya, politik; yang kesemuanya dibalut sejarah. Perihal sistem sosial misoginis jahiliyah, anak perempuan adalah aib yang semerta-merta bisa saja […]
Oleh : Wafdah Nuril Lailiyah Hijau daun yang tenang Lemah gemulai sejuk dipandang Tanahnya dipenuhi ilalang Tumbuh subur nan panjang Dedaunan yang rindang Dipenuhi oleh pohon yang bergoyang Ia adalah jantung kehidupan Menyalurkan seribu harapan Untuk orang yang membutuhkan Tempat kita mencari ketenangan Dari riuhnya asap perkotaan Dimana sekarang? Tidak ku temukan kehijauannya […]
Di suatu tepian di ketinggian Mereka menengah merendah: hampir padam
Berkilap di balik pupus kebisuan Lalu? Bagaimana aku? Seperti ini kala dingin, yang apa-apa Penulis eksoteris Apa takut aku? Mengapa? Hanya karena jatuh bangun untuk ilmu, Bebas kami dibodoh-bodohi? Peduli apa aku tentang angin? Ini kejiwaan, Sobat! Malah kami disuruh memecahkan Batu masalah jiwanya Rsj? Nasi terong?
Dalam sarung, kita bersarung Dalam bersarung, kita bertarung Gelap bukan terlelap Sekap tak akan mati Sembunyi sunyi berperut sek kresek Kresek-kresek Beranjak lampau terinjak pinggir tersingkir Busik tertawa Daki terbahak-bahak Apa yang kalian tau aku dalam bersarung? Boleh, kita dalam sarung
Mana yang kau bilang maha pemberi? Maha pengasih? Maha penyayang? Dan maha-maha kentut lainnya yang membuat mulutmu berbusa? Bilang, aku lapar! Bilang, aku mau ayam geprek! Aku tau! Indomie kari 3. 500, kan?
Find some desired keywords.