web analytics

Hentak

0 0
Read Time:56 Second

            “Apa kabar ujung sarung?”

Masihnya kau bingung termenung.

Membeku kaku, ini bukan kali pertama kau ditanya.

Ini yang kesekian kau yang

Also Read: Welcome

tak menemu jawaban.

Sedari lalu, awal, linglung, dan tak tau menau

Terima kau atas tentang detik menahan waktu.

Berani dan percaya dirinya kau tak menimbang

ruang untuk jarak dan rindu-rindu yang

berkepanjangan.

Also Read: Bengkel Papa

Tentu tekad niatmu kuat

Usaha dan do’a pun kuat

Kenapa harus takut kalau memang

kau adalah orang-orang pemberani?

Siapa berani orang yang mengorbankan waktu tidurnya untuk bangun, berukuk, dan dzikir komat-kamit penuh bising?

Subuh madrasah qur’an dan lalaran

Siang sekolah formal dan praktikal

Malam madrasah diniyah dan muroja’ah

Belum lagi soal ekstra, sorogan, dan bathsu-bathsu tengah malam itu?

Apa yang harus takut dan tersaingi?

Kita penuh

Kita teduh

Bersyukurlah untuk yang tetap hidup pada

pendirian dan percaya

Mengarungi dan menerangi dari samudra lelah

yang kini buahnya sudah meranum

Cukuplah untuk hidup dari kenyang bekal

ilmu agama dan formal

Do’a orang tua dan guru, tenaga untuk

tetap beramal

 

Santri….

Ini harimu

Jangan bersedih, jangan bersukar

Tidak ada kesia-siaan dalam belajar

Begitu manis buah dari belajar

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
HentakPuisi

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Welcome

Welcome

Last Year and Next Year

Last Year and Next Year

Bengkel Papa

Bengkel Papa

Peristiwa ditengah Malam

Peristiwa ditengah Malam

Hidup Bagai Majas

Hidup Bagai Majas

Kemelut Subuh

Kemelut Subuh