web analytics

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan: Kisah Khatam Ulama Salaf dalam 1 Malam & Adab Membacanya

0 0
Read Time:3 Minute, 25 Second

Hai pembaca sekalian. Sehubungan dengan bulan Ramadhan yang sedang kita jalankan saat ini, alangkah baiknya kita sebagai orang Islam merayakannya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an ataupun melakukan amal kebajikan lainnya.

Mengapa demikian? Mungkin telah banyak dari kalian yang tahu bahwa pada bulan Ramadhan ini, jika kita melakukan satu kebaikan maka akan mendapat pahala berlipat ganda.

Dari hal inilah ada beberapa kisah menarik tentang Al-Qur’an dan orang-orang yang mengkhatamkannya dalam waktu yang bisa dikatakan “ABSOLUTE CINEMA”.

Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud dari sebagian ulama’, bahwasannya mereka mengkhatamkan Al-Qur’an 1x dalam 2 bulan, adapula setengah dari mereka yang mengkhatamkan Al-Qur’an 1x dalam 1 bulan.

Kemudian tak hanya itu saja, dan masih dalam riwayat yang sama, bahwasannya ada dari setengah ulama’ salaf yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 10 malam, dan ada pula sebagian dari mereka yang mengkhatamkan dalam 8 malam. Bahkan jumlah waktu yang dibutuhkan lebih cepat lagi, seperti 1×7 malam, 1×6 malam, 1×5 malam, dan yang lebih mengejutkan adalah 1×1 malam, ataupun 2×1 hari semalam.

Itulah alasan mengapa pada zaman dahulu Islam memiliki ilmu pengetahuan yang bisa dikatakan lebih maju daripada peradaban lainnya, dan ulama’ zaman terdahulu memiliki kelas historis yang sangat baik hingga saat ini.

Tak hanya itu saja, jika pada bulan Ramadhan kali ini kita memperbanyak membaca Al-Qur’an maka hasil yang didapat sangatlah tidak terkira. Dari hal inilah seharusnya para muslim banyak memuliakannya dengan membaca Al-Qur’an (hanya menganjurkan, tidak dilakukan pun tidak apa-apa).

Dilanjutkan, adapun beberapa orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 1×1 hari/malam ialah:

  1. Utsman bin Affan R.A
  2. Tamim Ad-Daariy
  3. Said bin Jubair
  4. Mujahid
  5. Asy-Syafi’i dan masih banyak lagi orang Islam terdahulu yang melakukannya.

Tak hanya para ulama’, akan tetapi ada salah satu sahabat yang namanya jelas tercatat mengkhatamkan Al-Qur’an dengan tempo yang sangat singkat.

Jika mungkin kita mengira bahwa hanya para ulama’ saja yang bisa melakukannya, ternyata ada kisah seorang Qadhi (hakim) yang mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 3×1 hari/malam. Ia adalah Salih bin Umar R.A, seorang Qadhi Mesir pada masa pemerintahan Bani Mu’awiyah. Diriwayatkan dari Imam Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an bahwasannya:

ومن الذين كانوا يختمون ثلاث ختمات سليم بن عمر ﵁ قاضي مصر في خلافة معاوية

Ada pula riwayat lain yang mengatakan bahwa Abu Bakar bin Dawud R.A mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 3×1 malam. Mengenai Qadhi Mesir yang telah disebutkan, bahwasannya Abu Bakar Al-Kindi meriwayatkan dalam kitabnya yakni:

روى أبو عمر الكندي في كتابه في قضاة مصر أنه كان يختم في الليلة أربع ختمات

Artinya: “Diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Kindi dalam kitabnya berkenaan dengan Qadhi Mesir bahwa dia (Salih bin Umar R.A) mengkhatamkan Al-Qur’an empat kali dalam semalam.”

Setelah mengetahui beberapa orang yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tempo harian, mari kita berpindah sejenak ke orang-orang yang pernah mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu seminggu.

  1. Abdullah bin Mas’ud
  2. Zaid bin Thabit
  3. Utsman bin Affan R.A
  4. Ubai bin Ka’ab

Adapun yang berasal dari kalangan Tabi’in adalah:

  1. Abdurrahman bin Zaid
  2. Alqamah
  3. Ibrahim rahimahullah

Itulah beberapa orang yang pernah mengkhatamkan Al-Qur’an dengan tempo harian, atau bisa dikatakan sangat intens dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Setelah mengetahui beberapa orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an dengan tempo yang ringkas, alangkah baiknya kita mempelajari pula SOP yang harus ada dalam membacanya dan menyiarkannya sebagai ilmu pengetahuan.

  1. Bagi siapa pun yang ingin merenungkan serta mempelajarinya dengan cermat, maka alangkah baiknya ia membatasi diri pada kadar yang menimbulkan pemahaman sempurna atas apa yang dibacanya (artinya, seorang yang ingin mempelajarinya hendaknya selalu merenungkan apa yang ia baca).
  2. Siapa saja yang menyibukkan diri dengan tugas-tugas agama seperti menyiarkan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat, maka alangkah baiknya ia membatasi pada kadar tertentu sehingga tidak mengganggu kewajiban yang harus dilakukannya (artinya, jangan lupa dengan kewajiban kita sebagai murid, kepala keluarga, karyawan perusahaan, ataupun pemilik perusahaan).

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang muslim saat memasuki bulan Ramadhan dan beberapa SOP yang harus dilakukan dalam menyebarkan agama ataupun Al-Qur’an.

Wallahu ‘Alam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ning Sheila Hasina: “Mengaji Dulu, Influencer Pesantren Kemudian!”

Ning Sheila Hasina: “Mengaji Dulu, Influencer Pesantren Kemudian!”

Mengapa Kita Mencari Alam? Antara Biologi, Emosi, dan Ilusi Sosial

Mengapa Kita Mencari Alam? Antara Biologi, Emosi, dan Ilusi Sosial

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an