Selamat Tahun Baru Islam untuk kita semua. Bagaimana perasaan kalian tentang tahun baru Islam kali ini apakah kalian merasa bahagia, ataupun merasa biasa saja? Jika kalian merasa biasa-biasa saja lebih baik kalian menelaah lagi deh apa aja kejadian yang terjadi di bulan dan tahun yang baru ini. Karena pada dasarnya bulan 1 muharram adalah suatu bulan yang sangat istimewa. Dalam hal ini seluruh umat Islam di dunia diperintahkan untuk melakukan puasa pada tanggal 9-11 muharram. Perintah ini diawali saat Nabi Muhammad SAW telah melakukan hijrah dari mekah ke Madinah. “Suatu saat Nabi Muhammad SAW datang ke kota Madinah, beliau mendapati kaum yahudi sedang berpuasa di hari asyura lantas beliau bersabda kepada mereka ‘hari apa yang sedang berpuasa ini?’ Mereka menjawab, ‘hari ini adalah hari yang agung. Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun yang Agung. Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun beserta pasukannya’. Maka musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami turut berpuasa’ maka Rasulullah bersabda ‘maka kami dengan Musa lebih berhak dan lebih utama daripada kalian’. Maka Rasulullah berpuasa dan memerintahkan berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tapi apakah kalian mengerti darimana kalimat asyura itu diambil? “dari kalimat bahasa arab bang, yakni ‘asyarah yang berarti sepuluh”. Yap benar, tapi itu menurut bahasa. Tetapi jika menurut istilah adalah hari ke-10 dari bulan Muharram dalam kalender Hijriyah. Tidak hanya itu saja, tanggal ini banyak sekali peristiwa yang besar dan sangat bersejarah dalam dunia islam. Seperti diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran raja Fir’aun yang kejam, berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS setelah melewati banjir yang sangat besar, dikeluarkannya Nabi Yunus dari dalam perut ikan paus, dan masih banyak lagi kejadian yang sangat bersejarah dalm bulan ini..
Tetapi apakah kalian tahu, ternyata tidak hanya masyarakat islam sunni saja yang memperingatinya. Tetapi masyarakat Islam Syiah pun merayakannya. Menurut mereka, hari ini adalah hari berkabung. Penyebabnya dikarenakan pada tanggal 10 Muharram tepatnya 10 Oktober 680 M, terbunuhnya sayyidina Husain Bin Ali dalam perang karbala. Yang mana peristiwa ini diawali ketika adanya perselisihan antara Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dengan Muawiyyah I. Kemudian dari sanalah terjadi peristiwa yakni ketika Mu’awiyah wafat dan ingin digantikan oleh putranya Yazid, ia meminta dibaiat oleh Sayyidina Husain. Tetapi beliau menolak pembaiatan tersebut, serta beliau menuntut agar kekhalifahan dikembalikan kepada para keluarga Nabi Muhammad SAW. setelah kejadian tersebut ia pergi ke Kufah, karena dijanjikan akan diberikan dukungan oleh mereka. Tetapi semua itu sia-sia, karena pada akhirnya rombongan mereka tidak diberi dukungan.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itu ungkapan yang bisa oleh rombongan Sayyidina Husain saat itu. Karena setelah mereka pulang dari Kufah, mereka dihadang oleh suatu pasukan yang sangat banyak. Sedangkan jumlah rombongan mereka hanya 72 orang dan yang menghadang berjumlah 5000 orang. 5000 orang tersebut diperintahkan oleh Ubaidullah bin Ziyad dan dipimpin oleh Umar bin Sa’ad. Terjadilah perang yang sangat dahsyat pada saat itu, dan karena perbedaan jumlah pasukan antara pasukan Sayyidina Husain dan Pasukan Ubaidullah, serta kejamnya strategi perang yang digunakan oleh Ubaidullah maka berakhirlah perang tersebut dengan kemenangan berada dipihak Ubaidullah. Saat perang berakhir, dengan berani dan kejamnya pasukan lawan menginjak-injak pasukan Husain serta memenggal kepalanya dan menyeretnya sejauh 965 KM. Pada saat itu terdapat wanita dan anak dalam keadaan terikat yang ikut diseret oleh mereka.
Dikarenakan peristiwa tragis tersebut para umat muslim Syiah memperingati hari tersebut dengan berziarah ke makam Imam Husain di Karbala, Irak, pementasan drama sejarah, upacara tabot atau tabuik dalam provinsi bengkulu dan pariaman, serta masih banyak lagi tradisi yang dilaksanakan dalam peringatan Asyura menurut paham Syiah. Itulah beberapa sejarah dan tradisi malam asyura menurut paham Syiah. Dan semoga saja dengan ini kita bisa lebih belajar bahwa tidak ada bedanya antara Islam Syiah dan Islam Sunni, karena sejatiya semua ini tergantung paham yang kita anut. Serta bagaimanapun pula kita adalah saudara sesama Islam dan keyakinan. Wallahu ‘alam.