web analytics

Dari Nada ke Nebula: Perjalanan Musisi yang Mengubah Peta Tata Surya

0 0
Read Time:4 Minute, 12 Second

Alam semesta adalah alam yang sangat luas, di mana di dalamnya hampir semua orang belum mengetahuinya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Bahkan banyak dari beberapa astronom yang sampai sekarang masih mengandalkan perhitungan dalam mempelajari alam semesta yang sangat luas ini. Bahkan, sampai pada saat ini para astronom dan ilmuwan menentukan adanya sebuah bintang baru ataupun planet baru hanya dengan penelitian lewat observatorium galaksi ataupun melalui satelit yang bernama James Webb untuk melihat keindahan dan keajaiban alam semesta.

Sementara itu dalam sejarah sendiri ada seorang musisi Inggris yang berhasil menemukan sebuah planet baru dalam sekitaran tahun 1781 yang dibantu oleh asisten setianya dan saudara laki-lakinya. Lhah! Kok bisa musisi nemuin planet? Ia! Hal ini terjadi ketika ia sedang menggemari ilmu astronomi yang diturunkan oleh gen ayahnya. Nama musisi ini adalah William Herschel. Seorang musisi yang juga sekaligus astronom asal Inggris yang kemudian mengguncang dunia astronomis akibat dari penemuannya.

Ia adalah seorang astronom dan musisi berkelahiran Jerman yang lahir di Hanover (sekarang sebuah ibu kota Niedersachsen, Jerman). Ia dilahirkan dari seorang ayah yang menjadi musisi tentara di negara Jerman. Kemudian setelah ia berada di Prancis tepatnya di Hanover, ia melarikan diri ke Inggris yang mana dalam pelariannya ia menjadi penyalin musik dan juga meningkatkan skill-nya menjadi pemain sekaligus guru musik dan juga komposer. Kemudian pada tahun 1766 ia diangkat menjadi seorang organis dalam kapel modis di Bath. Karena pengetahuan intelektual yang dibawa oleh ayahnya, ia mulai masuk menjadi praktikan dan teori musik dan yang kemudian ia mempelajari Harmonics karya Robert Smith yang kemudian akan memperkenalkannya ke dalam teknik konstruksi teleskop dan membangkitkan seleranya untuk melihat langit malam.

Karena dalam melakukan penglihatan malamnya, ia hanya melihat matahari, bulan dan planet-planet yang di dekatnya. Akhirnya ia bertekad untuk mempelajari benda-benda langit yang lebih jauh dari jangkauan bumi dan membutuhkan alat yang bernama teleskop. Kemudian karena kekuatan tekadnya dalam mencari hal-hal baru dalam ruang angkasa yang luas. Akhirnya ia membuat sebuah teleskop yang bercermin besar. Karena para ahli optik tidak dapat membantunya dalam menciptakan kaca sebesar impiannya, akhirnya ia membuat sebuah kaca besar dengan cara menggiling cerminnya sendiri. Cermin-cermin itu ia giling dari cakram logam tembaga, timah dan timon dalam berbagai proporsi.

Dalam pembuatannya sendiri, ia sering menemukan kegagalan di dalamnya. Mulai dari kaca yang retak karena ia menuangkan logam cairnya ke dalam cakram di ruang bawah tanahnya dan masih banyak pula kegagalan yang ia alami saat membuat kaca raksasa tersebut. Karena kegigihannya ia mulai berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa menghasilkan cermin yang lebih besar dengan kualitas yang luar biasa. Dan karena hal ini, teleskopnya terbukti lebih unggul dibandingkan teleskop yang berada dalam Observatorium Greenwich.

Kembali sejenak di saat ia berada di Bath, ia dibantu oleh saudara laki-lakinya yang bernama Alexander yang datang dari Hanover dan juga saudara perempuannya, bernama Caroline. Yang mana dalam hal ini Caroline juga menjadi seorang asisten setianya dalam sebagian besar kariernya. Karena support system dari keluarga yang mendukung, pada akhirnya berita keluarganya menjadi tersebar di kalangan para ilmiah.

Di saat ia berhasil dengan penemuan planet Uranus, temannya bernama Dr. William Watson, Jr memperkenalkannya kepada Royal Society of London dan memberinya anugerah medali Copley karena penemuannya tersebut. Pada tahun 1782, George III memberi uang pensiunan sebesar £200 dengan perantara Watson. Di saat itulah ia diangkat menjadi astronom untuk Raja George III dan keluarganya pun pindah ke Datchet dekat dengan Kastil Windsor.

Di saat umurnya menginjak 43, ia menjadi astronom profesional dan mengembangkan sejarah alam langit. Pada saat itu pula ia memecahkan sebuah masalah mendasar mengenai sifat nebula yang tampak sebagai bercak-bercak bercahaya di langit. Pada tahun 1781–1782 ia mulai berminat dengan nebulanya dan mengembangkannya melalui teleskop terkuatnya. Kemudian tahun 1784 dan 1785 ia berargumen bahwa nebula terbentuk dari bintang-bintang dan tidak perlu mendalilkan keberadaan fluida bercahaya misterius untuk menjelaskan fakta-fakta yang diamati.

Tahun 1785 ia berpindah menjadi pengembang ilmu kosmogoni yang menjelaskan tentang teori asal-usul alam semesta. Ia mengembangkannya dengan beberapa cara yakni:

  1. Dengan teleskopnya yang berargumen bahwa ia dapat melihat semua sistem yang ada di sistem tata surya kita.
  2. Di dalam sistem bintang-bintang tersebar secara teratur.

Pada tahun 1787 ia pindah kembali ke Old Windsor dan tahun setelahnya ia pindah ke Slough di dekatnya. Yang mana tempat tersebut menjadi tempat penghabisan sisa-sisa umurnya. Maka untuk menambah pendapatannya, ia menjual cermin yang terbuat dari logam speculum dengan diameter 122 cm dan panjang fokus 12 m. Pada tahun 1789 teleskop ini menjadi salah satu keajaiban teknik yang ada pada abad ke-18.

Sayangnya prestasi hebatnya dimulai saat ia berumur lanjut dan menjadi profesional di usia paruh baya. Hebatnya lagi, dalam kariernya sendiri ia mendapat bantuan setia dari saudara perempuannya yang bernama Caroline. Hingga pada akhirnya ia mendapat seorang janda yang menurutnya menawan dan menyenangkan yang bernama Mary dan kemudian ia memutuskan untuk menikahinya serta tinggal di rumah Pitt (suami Mary pertama). Di saat tanggal 25 Agustus 1822, ia wafat dengan semua penemuan dan teorinya tentang alam semesta yang telah ia buktikan dengan eksperimennya sendiri di Slough, Buckinghamshire, Inggris.

Wallhu ‘Alam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Biografi Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani

Biografi Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani

KH. Mahrus Aly: Ulama dan Pahlawan Bangsa

KH. Mahrus Aly: Ulama dan Pahlawan Bangsa

Biografi Imam Nawawi: Ulama Besar Penulis Riyadhus Shalihin dan Al-Arba’in

Biografi Imam Nawawi: Ulama Besar Penulis Riyadhus Shalihin dan Al-Arba’in

Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU