web analytics

Gelap Terang Indonesia

0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Indonesia adalah negara yang terkenal cinta damai dan demokratis. Negara yang terlahir dari perjuangan berat para pahlawan serta perjuangan kaum muda. Negara yang dikatan sebagai Macan Asia.

Tapi apakah benar semua itu? Mungkin ada kalanya benar dan tidak. Benar, jika kita lahir dari para pejuang. Benar, jika kita cinta damai. Benar, jika kita Macan Asia. Tapi apakah benar kita demokratis? Mari kita lihat dari asal kalimatnya. Demokratis adalah kalimat yang diambil dari bahasa Yunani (Demos) dan (Kratos) yang memiliki arti dari rakyat ke rakyat. Namun, jika menurut istilah adalah pemerintahan yang seluruh rakyatnya ikut serta memerintah dengan perantara wakilnya.

Tapi apakah benar kita seperti itu? Dengan kenyataan bahwa pemerintah di negara kita banyak yang sewenang-wenang membuat kebijakan, sedangkan rakyat tertindas dan tidak diterima aspirasinya.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di mana keadaan Bangsa Indonesia sedang dalam kondisi yang sangat meresahkan. Dimulai dari pengurangan anggaran dana pemerintah dan kesehatan serta beberapa kebijakan yang membuat rakyat geleng kepala. Belum lagi adanya kondisi yang membuat rakyat Indonesia susah mencari kerja dan memaksa mereka untuk merantau ke luar negeri.

Dari kejadian di atas, memaksa para kaum muda dan intelek untuk turun di jalan menyuarakan aspirasi rakyat dan mengubah pandangan pemerintah untuk lebih mementingkan rakyat daripada jabatannya. Karena pada dasarnya system pemerintahan kita lebih menjurus kepada kesejahteraan rakyat. Yang di mana dalam hal ini bikin kebijakan yang seolah-olah tidak melibatkan pertimbangan ahli dan masyarakat. Di hasil kebijakannya justru menyulitkan rakyat. Belum lagi penerimaan luar negeri, mereka juga terancam terlantar karena tidak ada anggaran.

Pemangkasan anggaran pendidikan tidak berubah menurunkan kualitas dan akses pendidikan tinggi untuk anak-anak Indonesia khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah “Karena itu pendidikan layak merupakan hak untuk seluruh anak bangsa.”

Pendidikan juga adalah hak setiap warga negara, tidak ada pemotongan alokasi anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) “Dalam melaksanakan efisiensi tidak ada pemotongan anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa dan KIP Kuliah sehingga kuliah tidak naik.”

Menurutnya, kalau pemerintah betul-betul mau menghemat anggaran, pemangkasan itu harus dimulai dari pembentukkan kabinet yang efektif dan ramping. Bukan malah menambah pejabat atau melantik staf khusus baru.

About Post Author

Darul Said

Jurnalis Pesantren Berusaha menjadi yang terbaik, di antara yang baik "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
elmahrusy ID

Jurnalis Pesantren Berusaha menjadi yang terbaik, di antara yang baik "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Izinkan Santri Lusuh Ini Memeluk Pesantrennya

Izinkan Santri Lusuh Ini Memeluk Pesantrennya

Kata Siapa Pink Warna Perempuan?

Kata Siapa Pink Warna Perempuan?

Al-Quran, Antara Keindahan dan Keluasannya

Al-Quran, Antara Keindahan dan Keluasannya

Ngaji Salalimul Fudhola: Membedah Sifat Ghoflah di Balik Tradisi Bukber!

Ngaji Salalimul Fudhola: Membedah Sifat Ghoflah di Balik Tradisi Bukber!

9 Wasiat Penghambaan Diri Dalam Kitab Salalimul Fudhola

9 Wasiat Penghambaan Diri Dalam Kitab Salalimul Fudhola

 Rokok Membatalkan Puasa, Kok Bisa?

 Rokok Membatalkan Puasa, Kok Bisa?