web analytics

Karomah KH Utsman Al-Ishaqi, Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah

3 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Mengenang kembali KH Utsman Al-Ishaqi di haul beliau yang ke-41, lantunan tahlil, bait-bait manaqib dan syair-syair manaqib dibacakan begitu merdu membelah cakrawala yang telah gelap gulita.

Dibawah teduhnya langit malam yang berlimpah berkah Asrma Daru Rasyidah turut mewarnai ta’dzim haul sang mursyid thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah dengan membacakan tahlil dan melantukan syair-syair manaqib.

Pada malam mulia ini, Agus Ahmad Nasyirudin Moenir yang ditemani sang istri tercinta Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah berbagi kisah tentang karomah yang telah dimiliki KH Utsman sejak kecil. Gus Anas ngendikan, “Yai Utsman itu waktu kecil sudah bisa melihat ka’bah dari Jatipurwo, kalo ga salah saat itu beliau masih SD,” tutur pengasuh Asrama Darsyi.

Tak hanya itu, KH Khozin, guru dari KH. Utsman, juga mendapatkan salam langsung dari Rasulullah melalui wasilah KH Kholil Bangkalan. Sebagai murid kesayangan KH Romli beliau juga dibaiat menjadi mursyid secara langsung ketika usia beliau menginjak 25 tahun.

Gus Anas menjelaskan, “Baiat zaman dulu itu berbeda, saking beratnya, Yai Utsman sampai pingsan beberapa hari,” tutur menantu Ibu Nyai Zakiyah Miskiyah Al-Ishaqi.

Beliau juga menambahkan bahwa pingsannya Yai Utsman itu berbeda dari umumnya, meskipun beliau pingsan tapi tidak sampai zawalul aqli (hilang akal).

Kemudian, nama Al-Ishaqi yang mengiringi nama beliau juga di dapatkan melalui jalur ibu yakni dinisbatkan kepada Syekh Maulana Ishaq ayah dari Sayyid Sunan Giri yang sanadnya itu langsung terhubung hingga Rasulullah SAW.

Gus Anas ngendikan, “Nasab Yai Utsman baik dari jalur ibu maupun ayah itu langsung terhubung hingga Rasulullah SAW, namun nama Al-Ishaqi itu dinisbatkan kepada Syekh Maulana Ishaq dari jalur ibu yang waqila ittiba dengan kanjeng nabi,” jelas Gus Anas kepada Santri Darsyi pada malam Sabtu, 25 September 2025.

Beliau juga dawuh bahwasannya nasab KH Utsman jika dari jalur ayah itu sampai kepada Syekh Syarif Hidayatullah Gunung Jati dan jika diteruskan maka akan terhubung hingga Rasulullah SAW.

“Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan diakui menjadi santrinya Yai Utsman Al-Ishaqi,” do’a beliau sekaligus sebagai penutup acara.

Wallahu a’lam.

 

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ning Sheila Hasina: “Mengaji Dulu, Influencer Pesantren Kemudian!”

Ning Sheila Hasina: “Mengaji Dulu, Influencer Pesantren Kemudian!”

Mengapa Kita Mencari Alam? Antara Biologi, Emosi, dan Ilusi Sosial

Mengapa Kita Mencari Alam? Antara Biologi, Emosi, dan Ilusi Sosial

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an