web analytics

Passive Income Pahala dalam Islam: Ganjaran bagi Pengajar Al-Qur’an

0 0
Read Time:4 Minute, 21 Second

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam sedunia. Hal ini tidak perlu dibuktikan kembali karena merupakan pengetahuan umum yang harus diketahui seorang muslim sejak lahir ke dunia. Seorang muslim sejati pada masa kecilnya pasti mempelajari Al-Qur’an dan berusaha mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Akan tetapi dari hal di atas, apakah kalian mengerti bahwa ada seseorang yang selama ini mendapat efek pasif dari bacaan Al-Qur’an kita? Jika kita mundur sedikit ke masa kecil yang bisa dibilang sangat indah, sebagian dari kita mungkin akan mengingat waktu ketika diajarkan oleh seorang ustadz/ustadzah mengeja huruf hijaiyah, atau sebagian lainnya ingat saat diajari orang tuanya membaca huruf hijaiyah.

Tetapi pertanyaannya, mengapa mereka mendapat “passive income” dari kita, padahal kita yang membaca? Jawabannya sangat sederhana, yakni karena mereka berjasa mengajarkan huruf yang sebelumnya tidak kita mengerti. Dari sinilah semua berawal. Setiap kita membaca satu huruf dalam Al-Qur’an, mereka mendapat “passive income” berupa pahala.

Pada hari ini kami akan menjelaskan mengapa orang yang mengajarkan Al-Qur’an sangat dimuliakan.

Yang pertama, kita lihat bagaimana Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ۝٢٩

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS. Fathiir 35:29)

Jika kita telaah secara ilmu tafsir, maka kita mendapatkan makna yang lebih luas. Menurut tafsir tahlili, ayat di atas menjelaskan bahwa siapa pun yang selalu dekat dengan Al-Qur’an (baik membaca, mengajarkan, ataupun menghafal), meyakininya, mempelajari serta mengamalkan ilmunya dalam keadaan lapang maupun sempit, maka mereka sedang melakukan perdagangan yang sangat menguntungkan. Maksudnya, orang yang melakukan hal tersebut akan memperoleh ganjaran besar darinya.

Hal ini diperkuat oleh firman Allah SWT:

فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْتَنْكَفُوْا وَاسْتَكْبَرُوْا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًاۙ وَّلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا ١٧٣ (النساء)

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya.” (An-Nisā’/4:173)

Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan pengampunan dari Allah SWT karena sifat-Nya Maha Pengampun bagi seluruh hamba-Nya.

Kemudian kita berlanjut kepada hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitabnya yang dikenal sebagai kitab paling sahih setelah Al-Qur’an:

وروينا عن عثمان بن عفان ﵁ قال قال رسول الله ص: خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 5027)

Dari hadist di atas dapat diambil pelajaran bahwa orang yang paling baik di sisi Allah SWT adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an (baik menghafal maupun memahami tafsirnya) lalu mengajarkannya walaupun hanya satu huruf.

Masih timbul pertanyaan, bagaimana dengan orang yang belum bisa atau kurang lancar membaca Al-Qur’an serta sulit mendapatkan akses belajar? Jika sebagian dari kalian merasakannya, maka solusinya tetaplah belajar walaupun sulit, karena dalam kesulitan itu Allah SWT tetap memberi pahala. Hal ini terbukti dari firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 153:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:153)

Allah SWT juga menjanjikan bahwa setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Jadi jangan patah semangat untuk terus belajar. Selain itu, bagi kalian yang belum lancar membaca Al-Qur’an, jangan minder dengan yang sudah lancar. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim:

رواه أبو عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري … والذي يقرأ القرآن وهو يتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران

Artinya: “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir, kelak bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an namun terbata-bata dan terasa berat baginya, ia mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari & Muslim)

Nah, untuk hari ini mungkin hanya ini saja. Jika kalian merasa minder atau berpikir ‘sepertinya aku tidak bisa seperti mereka’, ingatlah bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan kemudahan untuk dipelajari, terlebih lagi untuk dihafal. Hal ini telah dijanjikan oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Dermawan dan Makna Ramadhan

Dermawan dan Makna Ramadhan