web analytics

Penetapan Tahun Baru Hijriyah, Sejarah dan Hikmah

1 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Awal mula penetapan bulan Muharram sebagai Tahun Baru Islam mengandung sejuta kisah sejarah dan hikmah. Selain termasuk dalam kategori empat bulan yang dimuliakan Islam, pada zaman kekhalifahan Umar bin Khtab RA. umat Islam bermusyawarah untuk menentukan perhitungan awal tahun penanggalan. Karena pada zaman itu, umat Islam membutuhkan kalander resmi untuk mencatat berbagai persitiwa dan sebagai sistem administrasi.

Dilansir dari laman NU Online, KH Muhammad Anwar Iskandar selaku wakil Rais ‘Am PBNU menjelaskan, “Awal tahun hijriyah atau awal tahun baru Islam, menurut kesepakatan rapat para sahabat ketika zaman kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khatab, menyepakati bulan Muharram sebagai awal tahun baru,” tutur pengasuh PP Al-Amien dan PP Assa’idiyah Kediri.

Sebelum resmi ditetapkan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. juga mengusulkan pendapat agar awal tahun baru Islam dimulai dari bulan Rabi’ul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun tidak disetujui karena takut menimbulkan fanatisme yang berlebihan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Karena dikhawatirkan akan terjadi ta’asshub (fanatik) kepada Rasulullah SAW, jika tidak hati-hati bisa keblabasan menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai Tuhan,” tutur beliau menjelaskan.

Selain Bulan Rabi’ul Awal, Bulan Rajab juga diusulkan sebagai salah satu bulan yang dimuliakan. Namun lagi-lagi tidak mendapatkan kesepakatan. Dikisahkan dalam Fathul Bari bi Syarhi Sahih Bukhari, diceritakan dari Abu Nuaim dan Al-Hakim bahwa suatu hari Abu Musa Al-Asy’ari menulis seuntai surat kepada Sayyidina Umar, isi dari surat tersebut:

“Sungguh, surat-surat darimu telah kami terima tanpa catatan tanggal, bulan, dan tahun,”

Setelah itu, bersegeralah Umar bin Khatab RA. mengundang para sahabat untuk rapat. Dari rapat tersebut akhirnya mendapatkan mufakat bahwa Bulan Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama Islam.

Alasan terpilihnya Bulan Muharram karena merupakan bulan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah.

“Hijrah memisahkan antara yang hak dan batil. Jadikan ia sebagai pedoman tahun baru penanggalan,” tutur Umar bin Khatab RA.

Sedangkan dari Abi Khaitsamah diriwayatkan oleh Ibnu Sirin, meredaksikan bahwa Sahabat Utsman bin Affan RA. berkata, “Tulislah sejak Muharram karena ia bulan haram. Ia menjadi awal tahun dan waktu jama’ah haji bergegas meninggalkan Kota Makkah,”

Dari berbagai riwayat dan pendapat tersebut, dapat diketahui bahwa awal penaggalan Islam ditetapkan melalui musyawarah hingga mengahasilkan kesepakatan yang mufakat dari kalangan sahabat.

Jadi, penetapan tahun baru Islam tidak semena-mena ditentukan tanpa alasan, melainkan melalui berbagai pertimbangan hingga menghasilkan keputusan yang mufakat dan maslahat.

Wallahu a’lam.

 

 

 

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW