Kediri, Elmahrusy Media.
(15/07) Pada Rabu, 15 Juli 2026, Pondok Pesantren Ar-Roudloh HM Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo menyelenggarakan acara Marhaba, atau dikenal Masa Ta’aruf Ramah Santri Baru. Acara ini mengusung jargon “Siap mondok, siap berproses, dan siap berprestasi” . Acara dimulai pukul 08.30 WIB bertempat di Aula Masjidil Haram.
Sebanyak 72 santriwati baru dibagi menjadi 7 kelompok. Untuk memantik semangat, panitia menyiapkan hadiah menarik bagi kelompok paling kompak dan paling bersemangat di sepanjang acara.
Acara dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al- Qur’an. Lalu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Yalal Wathon.
Setelah itu, sambutan dari ketua Pondok Ar- Roudloh, Ustadzah Kustia Nur Rohmah. Beliau mengucapkan Ahlan wa Sahlan kepada seluruh keluarga Ar- Roudloh yang baru. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa pesantren bukan sekadar tempat untuk mencari ilmu, tetapi juga tempat untuk berproses dan bertumbuh menjadi orang yang lebih baik. Beliau menekankan bahwa perubahan hidup itu ada di tangan kita sendiri. Kita mau jadi apa dan ke mana arah hidup kita, kitalah penentunya. Terakhir, beliau mengajak para santri untuk selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama, sambil mendoakan agar semuanya bisa cepat betah di pondok tercinta.
Memasuki agenda utama, para santriwati baru disuguhkan pemaparan mengenai profil dan sejarah Pondok Pesantren Lirboyo khususnya HM Al-Mahrusiyah serta Asrama Ar- Roudloh. Sesi ini juga mengenalkan biografi para masyayikh, dzurriyyah dan 4 tokoh Al-Mahrusiyah.
Setelah itu, dilanjutkan dengan sosialisasi pengenalan lembaga di bawah naungan HM Al-Mahrusiyah Putri serta departemen kepengurusan di Asrama Ar- Roudloh. Sosialisasi ini meliputi Departemen Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Pendidikan, Jam’iyyah, Kesehatan, Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Lajnah Bahtsul Masa’il, Madrasah Qiro’atil Qur’an, dan Lembaga Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah Putri. Sosialisasi ini juga diselingi dengan kuis berhadiah yang disambut antusias oleh para santri.
Sampai di puncak acara, beliau pengasuh Pondok Ar- Roudloh, Ning Hj. Nafisah, menyampaikan sekapur sirih. Beliau menekankan bahwa Marhaba merupakan sarana agar para santri saling mengenal satu sama lain serta dapat mencintai lingkungan baru mereka.
“Ada pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’. Makanya diadakan acara Marhaba ini biar saling kenal, sehingga tumbuh rasa sayang ke pondok dan ke temen teman di pondok.” tutur Ning Nana.
Beliau juga menjelaskan bahwa proses adaptasi santri baru pasti tidak selalu mudah, terlebih dengan padatnya aktivitas pesantren dari bangun tidur hingga kembali tidur. Namun, Ning Nana meyakinkan jutsru dengan kesibukan kegiatan di pondok akan mempermudah proses adaptasi.
Kemudian, beliau mengingatkan para santri akan tujuan mereka mondok. “Saat memutuskan masuk ke pondok, tentu kalian memiliki niat. Salah satunya adalah n iat untuk menuntut ilmu. Jadikan niat tersebut sebagai motivasi terbesar kalian untuk tetap berada di sini,” tutur Ning Nana.
Beliau juga menjelaskan bahwa selama dua bulan pertama para santri baru memang harus menjalani masa karantina terlebih dahulu, mulai dari puasa sambangan hingga puasa menelepon keluarga. Tujuannya tidak lain adalah agar para santri bisa lebih fokus dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Kalau ada teman yang sudah kerasan (betah), jangan dibanding-bandingkan dengan diri sendiri. Jadikan itu motivasi dan afirmasi positif ” pesan Ning Nana.
Ning Nana juga memngingatkan pentingnya berbagi cerita kepada teman. “Gak papa nangis, asal jangan sendirian. Cerita dan sharing ke temennya. Karena dengan kalian ngeluapin apa yang kalian rasain, itu akan buat beban kalian terasa lebih ringan.”
Ning Nana juga menerangkan tentang tiga jenis orang tua dalam hidup: pertama, orang tua kandung yang melahirkan dan merawat kita; kedua, guru-guru yang mendidik akal kita; dan ketiga, Baginda Nabi Muhammad SAW. sebagai orang tua ruhani yang menenangkam hati kita, menghidupka hati kita dengan bershalawat kepadanya.
“Harapan saya, dengan adanya sosialisasi tadi, kalian mampu memahami dan menerapkannya. Ingat, belajar itu tidak ada batasan usia dan waktu. Semoga kerasan, perbanyak sabar menahan rindu rumah,rindu orang tua dan tetap semangat belajarnya, semagat adaptasinya semnagat semuanya.” Pungkas beliau.
Acara Marhaba ini kemudian ditutup dengan mushofahah bersama beliau Ning Hj. Nafisah.
Wallohu A’lam