Surabaya, tempat indah penuh dengan kebutuhan manusia. Dengan gedung-gedung tinggi yang memajukan gaya hidup manusia, membuat semua manusia di dalamnya terkesima. Tak hanya itu saja, Surabaya adalah tempat bagi berbagai industri besar Indonesia yang dengannya dapat menopang perekonomian negeri.
Akan tetapi, siapa sangka bahwa di dalamnya terdapat sejarah kelam yang menjadi kebangkitan bangsa Indonesia. Dengan ratusan atau ribuan pemuda menggeruduk pasukan Inggris yang ingin mengambil negeri. Dengan cepat dan cekatan, mereka segera mengambil senjata dan mengumpulkan tenaga untuk melawan pasukan Inggris yang dengan gagahnya membawa sekutu mereka untuk merebut kembali tanah Indonesia.
Sejarah ini terjadi saat Inggris datang bersama Belanda untuk memulai agresi militer pada bulan Oktober 1945. Mengapa terjadi di Surabaya? Hal ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa Surabaya adalah benteng bersatu yang kuat di bawah naungan para pemuda.
Sebelum terjadinya insiden dahsyat tersebut, ada beberapa peristiwa bersejarah sebelumnya. Di antaranya adalah:
Sontak saja hal ini membuat para pemuda geram, karena telah dibentuk badan-badan perjuangan dan Tentara Keamanan Republik Indonesia, sedangkan sikap Inggris bersama sekutunya seperti menghina mereka.
Pada akhirnya, pada 10 November, tentara Inggris mendapat hadiah istimewa dari rakyat Indonesia, yakni penyerangan dari para kaum pemuda dan milisi Indonesia. Hal ini dipimpin oleh Bung Tomo yang sebelumnya meminta pendapat dari K.H. Hasyim Asy‘ari untuk melakukan perlawanan.
Akibat dari peperangan besar ini, Indonesia memiliki korban yang tidak bisa dikatakan sedikit, yakni berkisar antara 6.300–15.000 korban, dan 200.000 orang melarikan diri dari kota yang telah hancur lebur. Setelah terjadinya perang besar tersebut, Indonesia tidak lagi dijajah oleh bangsa mana pun, sekaligus menjadi pesan bagi dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat dan siap mempertahankan kedaulatannya.
Dan juga menjadi pesan kuat bagi seluruh para pemuda untuk selalu menjunjung tinggi semangat nasionalisme pada bangsanya.
Wallāhu A‘lam.