Kediri, Elmahrusy Media.
Selasa malam (09/09), asrama Al-Asyiqie mengadakan agenda ijazahan ngrowot yang bertempat di aula ndalem atas. Acara itu diperuntukan bagi seluruh mahasiswi dan mahasantri yang ingin memulai tirakat ngrowot.
Para mahasiswi dan mahasantri mulai berbondong-bondong menuju aula ndalem atas pada pukul 21:00 WIB dengan membawa seperangkat alat tulis, setelah itu acara dimulai pada saat beliau rawuh.
Acara dimulai dengan dawuh beliau
“Ngrowot iku asale utowo haqiqot e yoiku intisaru hawa nafsu, intine pokok kepiye sampean kabeh iku ga sampe kegodo hawa nafsu.”
Lalu beliau menjelaskan tentang beberapa macam tirakat, seperti berikut:
Menyedikitkan Makan
Beliau menjelaskan bahwa tirakat itu bukan hanya ngrowot (memakan selain makanan pokok) tetapi menyedikitkan makan juga termasuk tirakat yang paling gampang dan mudah dilakukan.
“Disetiap aliran darah yang mengalir itu ada tempatnya setan, oleh karena itu setiap kita makan sama saja seperti kita memberi makanan untuk setan tersebut.” Dawuh beliau.
Beliau juga menyebutkan dawuh Imam Syafi’i yang menjelaskan bahwa beliau tidak pernah makan dengan kenyang selama 23 tahun.
Berpuasa
Bisa juga dengan cara berpuasa, tirakat puasa ada beberapa macam, sebagai berikut:
Pertama, puasa mutih.
Caranya yaitu berbuka dan sahur dengan nasi putih 3 kepal setelah direndam dan diperas.
“Amalan ini dari K.H Imam Yahya Mahrus dan K.H Ma’sum Jauhari”, Ucap beliau
Kedua, puasa Bilaruh.
Puasa ini adalan puasa yang memiliki larangan memakan makanan yang mempunyai nyawa.
Ketiga, puasa bilanarin.
Puasa tersebut adalah puasa yang makanan sehari-hari tidak boleh dimasak degan menggunakan api.
Keempat, puasa pada umumnya
Puasa tersebut juga memiliki beberapa pembagian, berikut ini:
Saat melaksanakan puasa tersebut hari terakhir pelaksanaan puasa tersebut dijadikan hari kamis.
Puasa ini adalah puasa amalan dari nabi Musa As.
“Poso kui mau kudu tertib ora oleh bolong, seumpomo poso kui mau bolong mongko dibaleni maneh ket awal, kecuali lek enek udzur syar’i. (Puasa tersebut harus konsisten, tidak boleh terlewat. Jika puasa itu terlewat, maka harus diulangi lagi dari awal, kecuali kalau ada udzur).” tutur beliau.
Puasa ini adalah puasa yang tidak memiliki batas waktu tertentu.
Menurut dawuh nabi Muhammad SAW puasa ini adalah puasa paling berat.
Pada kesempatan itu juga beliau memberikan beberapa pesan.
Pertama, harus ingat bahwa badan kita juga mempunyai hak, maka dijaga kesehatannya jangan sampai tirakat-tirakat tersebut membahayakan badan kita sendiri.
Kedua, jangan sampai tirakat-tirakat yang sifatnya sunah menjadikan dirikita meninggalkan sesuatu yang wajib.
Beliau juga mengatakan bahwasannya kita saat ingin mengerjakan salah satu tirakat jangan tirakat yang langsung berat, maka dari itu beliau juga menyebukatkan beberapa urutan tirakat mulai dari yang mudah.
Urutannya sebagai berikut:
“Lek wes poso ojo Cuma poso tok, dibarengi karo do’a, do’ane juga ojo seng aneh-aneh, seng onok neng munjiat ae” Dawuh K.H Imam Yahya Mahrus.
Setelah itu acara ditutup dengan pengucapan ijab qobul ijazah oleh Dr K.H Melvin Zainul Asyiqien S. HI M.Pd.I