Kediri, Elmahrusy Media.
Kamis (16/04), dalam rangka Haul Masyayikh Lirboyo, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Lirboyo menggelar Majelis Dzikir wa Maulidurrosul Muhammad Saw.
Acara yang rutin dilaksanakan setiap malam jum’at akhir bulan syawal ini bertempat di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo dan bersifat terbuka untuk umum.
Dari tahun ke tahun, antusiasme jama’ah tidak pernah surut. Baik dari para santri, jama’ah Al Khidmah, hingga masyarakat umum. Sejak sore hari, jama’ah sudah memadati tempat yang disediakan. Mulai dari area komplek Aula Muktamar, lapangan, hingga halaman Masjid Al Hasan.
Pada kesempatan kali ini, acara turut dihadiri oleh segenap Masyayikh Lirboyo, para kiai, para habaib, pengurus Al Khidmah, Walikota Kediri, pejabat pemerintahan sipil TNI-Polri, juga berbagai perwakilan organisasi Islam dan kemasyarakatan.
Acara dimulai dengan pembacaan istighotsah, hingga kemudian disambung dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jilani dan Maulid ad Diba’i. Gema lantun lisan dan rebana terdengar merdu, padu, dan syahdu.
MC mulai memimpin jalannya acara dengan mauizhotul hasanah yang disampaikan oleh Habib Jindan bin Novel. Dalam mauizhohnya, beliau menjelaskan perihal keutamaan mencintai orang alim dan pentingnya sanad keilmuan:
السند من الإيمان، لولا السند لقال من شاء بما شاء
“Sanad itu sebagian dari iman. Jika tidak memiliki sanad, maka orang akan mudah mengatakan apa saja yang ia inginkan.”
Selepas mauizhoh, acara berlanjut dengan sambutan atas nama Masyayikh Lirboyo, KH. An’im Falachuddin Mahrus paring dawuh:
“Acara ini dirintis oleh Yai Imam Yahya beserta Yai Ahmad Asrori. Saya masih ingat betul, dulu, setiap diselenggarakannya acara ini, selalu dihadiri oleh Habib Umar bin Hamid Al Jilani.”
Kemudian beliau juga turut berkisah akan perjuangan Yai Mahrus dan isyarah saat pindah ke Pondok Lirboyo.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh KH. Abdurrahman selaku ketua pengurus Al Khidmah wilayah Jawa Timur:
“Perlu diketahui, para hadirin, bahwa kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap malam jum’at terakhir di bulan Syawal, sejak romo KH. Ahmad Asrori al Ishaqi, tahun 1995 M.”
Yai Abdurrahman pun turut menyampaikan terima kasih kepada para masyayikh, dan berharap keistiqomahan.
Dan terakhir, sambutan atas nama keluarga Al Mahrusiyah yang disampaikan oleh KH. Reza Ahmad Zahid:
“Kita baru saja masuk ke lingkungan pondok pesantren, setelah sekian lama kita ada di rumah. Maka saya minta, saya mohon kepada para santri: ayo kita tambahkan semangat kita untuk bertholabul ilmi dan memperbarui niat kita.”
Tidak lupa, Gus Reza juga menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia atas terselenggaranya acara ini, juga memohon maaf, dan mengharap keberkahan untuk para hadirin.
Acara ditutup dengan pembacaan do’a yang disampaikan oleh KH. Melvien Zainul Asyiqien, yang kemudian lengkap dilanjut dengan makan nampanan bersama.
Wallahu a’lam.