Kediri, elmahrusy media. Senin, (15/06). Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III Mengadakan prosesi Do’a akhir tahun dan awal tahun, bertempat di Masjid Agung Al Utsmaniyah, semua santri putra berkumpul dengan rapih nan bersih dengan seragam putih. Sedangkan Untuk santri putri semuanya menjadi satu di Aula KH Imam Yahya Mahrus.
Rangkaian pembacaan dipimpin oleh KH Melvien Zaenul Asyiqien, diawali dengan tahlil kemudian langsung pembacaan Do’a Akhir tahun.
Setelahnya adzan maghrib berkumandang dilanjut dengan sholat maghrib berjamaah.
Setelah sholat selesai dilaksanakan, dilanjut dengan membaca ayat kursi juga membaca Doa Awal Tahun.
اَللهم يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَالْ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم
Setelah pembacaan Do’a, Gus Nabil sedikit mengumumkan informasi penting terkait pemilihan ketua pondok dalam acara Reformasi yang dilaksanakan 5 Mei silam, atas hasil musyawaroh keluarga, terpilih dan ditetapkanlah Bapak Abdul Nafi Al Labib sebagai ketua umum Pondok Al Mahrusiyah Putra, Lirboyo dan Bapak Faqih Maftuh sebagai ketua I untuk memimpin Pondok Al Mahrusiyah III, Ngampel Periode 2026-2028.
Setelah pengumuman disampaikan, Gus Nabil mengucapkan selamat kepada ketua Pondok baru yang terpilih, semoga bisa merangkul, membimbing, dan mengayomi teman-teman santri semuanya.
“Dan selamat tahun baru Hijriyah 1447 H” tutup beliau.
Kemudian setelahnya KH Melvien mengajak kepada para santri untuk berbenah, merefleksi dan memperbaiki diri ditahun yang baru ini, karena:
“مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ”
Barang siapa yang harinya itu lebih baik dari pada hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung.
“وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ”
Barang siapa yang harinya itu sama dengan hari kemarin, maka dia adalah orang yang rugi.
“وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ”
Barang siapa yang harinya itu lebih buruk dari hari kemarin, maka dia adalah orang yang celaka.
Beliau juga mengajak kepada para santri untuk mengamalkan amalan dihari 1 suro ini seperti halnya dengan menulis lafadz “بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ” sebanyak 113 kali, meminum susu putih, juga menulis lafadz “الرَّحْمٰنِ” sebanyak 50 kali.
Beliau juga menerangkan faidah-faidah amalan tersebut yakni menulis lafadz “بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ” sebanyak 113 kali, dimana ketika ditulis, lubang-lubang yang terdapat pada huruf mim, huruf ha’ nya lafdzul jalalah, mimnya lafad “الرَّحْمٰنِ”, juga mimnya lafadz “الرَّحِيْمِ” harus tertulis jelas lubangnya.
Karena dalam kitab kifayatul atqiya diterangkan bahwa di dalam surga terdapat 4 mata air, pertama mata air madu, mata air susu, mata air arak dan terakhir mata air Zam-zam, dimana derasnya keempat mata air tersebut tergantung dari jelasnya lubang-lubang yang terdapat didalam tulisan lafadz “بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ”
Kemudian amalan untuk memperbanyak meminum susu putih, agar hati kita menjadi bersih, hal ini beliau dapatkan dari Sayyid Alwi Al Maliki.
Yang terakhir menulis lafadz “الرَّحْمٰنِ” sebanyak 50 kali, maka insya Allah akan terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Wallahu A’lam