Kediri, Elmahrusy Media,
Santriwati Asrama Darur Rosyidah (Darsyi) Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri mengikuti pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun Hijriyah 1448 H pada Senin sore (16/6) di Aula Al-Fatah. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB, dipimpin langsung oleh Pengasuh Asrama Darsyi, Ning Hj. Ita Rosyidah Miskiyah atau yang akrab disapa Ning Ochi.
Didampingi sang putri sulung, Afnan Miskiyah, Ning Ochi memimpin rangkaian pembacaan sholawat Khoirul Bariyah, doa akhir tahun, dan doa awal tahun yang dilaksanakan setelah adzan Magrib berkumandang.
Usai membaca do’a akhir tahun, Ning Ochi menjelaskan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (al-asyhur al-hurum) yang dimuliakan Allah SWT.
“Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi bagian dari empat bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab,” tutur beliau.
Ning Ochi juga menjelaskan bahwa Muharram termasuk bulan yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi bulan yang paling dianjurkan untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan.
Ning Ochi dawuh, “Terdapat empat bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa, yaitu Ramadhan, Muharram, Dzulhijjah, dan Sya’ban,” tutur beliau.
Selain menjelaskan keutamaan bulan Muharram, Ning Ochi turut memberikan ijazah amalan menulis lafadz “Bismillah” sebanyak 113 kali. Beliau menjelaskan bahwa amalan tersebut dilakukan dengan menghadap kiblat, dalam keadaan suci atau berwudu, serta memastikan bentuk tulisan huruf-hurufnya ditulis dengan jelas, khusunya 4 lubang huruf mim dan ha’.
Ning Ochi ngendikan bahwasannya, amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk tafa’ul atau pengharapan baik kepada Allah SWT.
“Tafaulan, agar kita dialirkan empat sumber mata air surga oleh Allah SWT,” jelas beliau.
Ijazah tersebut merupakan amalan dari KH Imam Yahya Mahrus dan secara rutin diijazahkan setiap pergantian tahun Hijriyah. Ning Ochi juga menganjurkan para santri untuk berpuasa pada akhir dan awal tahun Hijriyah sebagai bentuk ikhtiar memperoleh penutup dan pembuka tahun yang baik.
Anjuran tersebut selaras dengan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT setiap hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW pun menyukai ketika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka aku suka amalku dihadapkan saat aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
Lebih lanjut, Ning Ochi menjelaskan bahwa penulisan lafaz Bismillah dapat dimulai setelah Magrib pada awal tahun hijriyah hingga hari esoknya sebelum Magrib.
Selain itu, beliau juga menganjurkan para santri untuk meminum susu putih sebagai amalan yang dinisbatkan kepada ulama ahli hadits, Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.
“Nanti akan dibagikan susu putih. Ini merupakan amalan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki yang sanad keilmuannya tersambung dengan Yai Imam, karena Yai Imam pernah mengaji kepada ayahnya Sayyid Muhammad,” tutur putri bungsu almarhum almaghfurlah KH Imam Yahya Mahrus.
Beliau menjelaskan bahwa meminum susu putih pada awal tahun Hijriyah merupakan bentuk tafa’ul agar tahun yang baru diawali dengan hati yang bersih dan dijauhkan dari berbagai penyakit hati.
Sebelum mengakhiri sekapur sirih, Ning Ochi mengingatkan para santri untuk membaca doa sebelum meminum susu:
اللهم بارك لنا فيه وزدنا منه
“Ya Allah, berkahilah kami dari susu ini dan tambahkanlah keberkahan darinya kepada kami.”
Ning Ochi dawuh, “Tidak ada rezeki yang lebih baik dari susu dan susu memiliki khasiat yang adzimah. Bahkan di Surga ada sungai susu,” tutur beliau
Beliau juga mengingatkan agar para santri meniatkan amalan tersebut sebagaimana niat para ulama dan orang-orang saleh terdahulu dalam mencari keberkahan serta ridha Allah SWT, niatnya:
نوينا كما نوى سلفون الصلح ومشا يخنا
“Kami berniat, seperti yang diniatkan oleh orang-orang sholeh sebelum kami dan guru-guru kami.”
Setelah itu, kegiatan doa akhir dan awal tahun Hijriyah 1448 H di Asrama Darur Rosyidah ditutup dengan pelaksanaan sholat Magrib berjamaah.
Wallahu a’lam.