Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo-Elmahrusy Media.
(21/12), kembali menyambut gebyar harlah day 3, Asrama Darsyi menggelar lomba Musabaqoh Qiro’atil Kutub (MQK) yang dipesertai oleh 13 peserta perwakilan dari kelas sorogan tingkat persiapan sorogan (PS) hingga tingkat wustho.
Istimewanya MQK tahun ini dimeriahkan dengan mengundang Ust. Rizkiy Syahril Haj sebagai dewan juri. Beliau merupakan salah mustahiq Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah yang kondang dengan bathsul kutubnya.
Ketentuan lomba MQK pertingkat sorogan tahun ini menggunakan Kitab Sulam Taufiq untuk tingkat persiapan sorogan dengan ketentuan membaca kitab ma’na, murod, dan pertanyaan seputar nahwu shorof, kemudian tingkatan ula dengan menggunakan Kitab Sulam Taufiq juga, namun yang membedakan pada tingkat ula yakni membaca kitab kosongan, murod, dan pertanyaan seputar nahwu shorof, dan terakhir di tingkat wostho menggunakan Kitab Fathul Mu’in bab haji dengan ketentuan membaca kitab kosongan, murod, dan pertanyaan seputar nahwu shorof.
Acara yang dimulai ba’da istighotsah ini di pandu oleh Saudari Rahma Yufida dan Dian Anggraini sebagai master of ceremony. Memasuki lomba MQK, kontestan pertama dari Ula 29 atas nama A’ah Maratus Sholihah, dilanjut PS 11 atas nama Sarah Ayu, kemudian Wustho 6 atas nama Zakiyyatun Nuva, Ula 27 atas nama Kharisma Aji Febrianti, Ula 25 atas nama Della Selvira, PS 12 atas nama Fitri Octaviani, PS 10 atas nama Rivi Ardiva, PS 9 atas nama Icha Nuri Alwiyah, Wustho 2 atas nama Hilma I’anatikal Husna, Ula atas nama 28 Aulia Azzahra, dan kontestan terakhir dari PS 13 atas nama Ainun Nisa Zain.
Usai semua kontestan di uji nyali, kemantapan membaca, keluesan memurodi, dan kehebatan nahwu shorofnya. Sebelum menuju penghujung acara, Ust. Rizky selaku dewan juri meyampaikan kritik dan saran kepada para peserta khususnya dan santriwati Asrama Darsy umumnya. Beliau dawuh, “Orang yang bisa membaca kitab kuning itu termasuk orang yag istimewa,” tutur beliau mengawali komentar.
Beliau juga menyampaikan pesan dari mustahiq KH Aqil Siroj, yang berpesan kepada beliau, “Kang sampean seng sering moco kitab,” dawuh beliau menyampaikan pesan. Kemudian beliau melanjutkan, “Meskipun sampean ngga faham tapi sampean ajek moco itu akan memberikan keberkahan tersendiri,” dawuh Ust Rizky kepada seluruh santriwati Asrama Darsyi yang turut berpartisipasi.
Beliau juga ngendikan bahwa jika kita istiqomah dalam suatu hal suatu saat nanti pasti akan memcapai dimana Allah memberikan futuh kepada hambanya. Catatannya, asalkan kita mau istiqomah, karena ilmu itu seperti perempuan, kalau kurang diperhatikan dia akan mencari pengganti atau laki-laki lain.
Maka dari itu, perhatikan ilmu tersebut, sayangi ilmu tersebut dengan cara yang baik, misalnya salah dua diantaranya yakni dengan mengagungkan kitab dan menghormati guru. Insyaallah itu akan menjadi wasilah Allah memberikan futuhnya kepada kita semua. Aamiin.
Terakhir Ust. Rizky berpersan, “Kalo sorogan jangan banyak minta cerita,” pesan beliau kepada seluruh santri sekaligus sebagai closing MQK pada malam ini.
Waallahu a’lam