web analytics

Gus Anas Berbagi Kisah Unik Di Peringatan Isra’ Mi’raj Asrama Darur Rosyidah

2 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

Kediri, elmahrusy media,

Di bawah temaramnya langit Lirboyo, Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Asrama Darur Rosyidah menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bertepatan pada hari Ahad, 18 Januari 2026 masehi atau 29 Rojab 1447 hijriyah ba’da sholat magrib berjama’ah, seluruh santriwati Asrama Darur Rosyidah berbondong-bondong memenuhi Aula Al-Fatah.

Di kala senja mulai berpamitan mengundang malam, seluruh penjuru Aula Al-Fatah bergetar lembut digelayut lantunan bait maulid dhiyaul lami’ buah karya Habib Umar bin Hafidz. Lantunan bait syair dibacakan dengan merdu oleh tim habsyi putri Asrama Darsyi dan mengalir khidmat menyapa hati umat nabi Muhammad.

Malam ini, usai pembacaan maulid dhiyaul lami’ dilantunkan, Agus Ahmad Nasyruddin Moenir atau akrab di sapa Gus Anas berbagi kisah unik tentang isra’ mi’raj yang jarang orang tahu.

Gus Anas ngendikan, “Inti isra’ mi’raj adalah rasa syukur kita karena mendapat perintah sholat. Yang menawar sholat dari 50 waktu sampai 5 waktu itu nabi Musa a.s,” tutur pengasuh PP HM AL-Mahrusiyah Asrama Darur Rosyidah.

Jadi, malam itu Gus Anas bercerita dengan bahasa yang santai tentang peristiwa-peristiwa pengiring isra’ mi’raj yang jarang sekali orang ketahui. Salah satunya yakni kontribusi nabi Musa a.s dalam mendiskon bilangan waktu sholat.

Gus Anas dawuh, “Karena barokahnya nabi Musa a.s kita mendapat perintah sholat dari 50 waktu menjadi 5 waktu. Dibalik rahasia besar isra’ mi’raj ada peran besar para utusan Allah SWT seperti nabi Musa, Malaikat Jibril, dan juga Buroq yang ditunggangi oleh kanjeng nabi,” tutur menantu almarhum almaghfurlah KH Imam Yahya Mahrus.

Beliau menjelaskan bahwasannya peristiwa isra’ mi’raj merupakan sebuah pembuktian rohman dan rohim Allah yang begitu besar kepada nabi Muhammad SAW. Kala itu nabi Muhammad sedang bersedih sebab ditinggal oleh dua pendukung utama dakwah beliau. Pendukung utama tersebut yakni Sayyidah Khodijah r.a sang istri tercinta sekaligus pengusaha wanita yang sangat berjaya pada masanya dan juga Abu Tholib pamannya sang pemimpin kaum Quraisy yang disegani.

Gus Anas dawuh, “Disaat dua tokoh sentral sowan kepada Allah, kanjeng nabi bagaikan kehilangan separuh nafas dan tiang penyangga dakwahnya,” tahun inilah yang disebut tahun kesedihan atau Amul Huzni yakni terjadi sekitar tahun kesepuluh kenabian atau 619 masehi.

Dan isra’ mi’raj ini hadir sebagai pelipur lara dari Allah azza wa jalla kepada nabi Muhammad kekasihnya. Gus Anas dawuh, “Salah satu sunatullah yang tidak ada dalam peristiwa isra’ mi’raj yaitu harus melalui alam barzah. Bahkan nabi Idris a.s pun harus melalui kematian terlebih dahulu untuk sampai ke singgasana Allah SWT,” jelas garwo Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah.

Kemudian, beliau melanjutkan ceritanya bahwa kanjeng nabi ketika isra’ mi’raj diperlihatkan neraka dan surga, sedangkan kita sebagai umat Islam hanya dijanjikan surga dan neraka tanpa mengetahuinya tapi diwajibkan mengimaninya.

Dawuh Gus Anas, “Keimanan merupakan salah satu ilmu yaitu ilmu yaqin,” dan beliau memberikan penjelasan, “Ilmu itu ada banyak dan ilmu yang sampean pelajari di pondok itu tidak lain adalah ilmu-ilmu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Perintah sholat itu, nabi Muhammad langsung ditimbali oleh Allah SWT dan itu yang menjadi keistimewaan sholat,” jelas beliau.

Maka dari itu, dapat kita ketahui bahwa hadiah terbesar umat Islam adalah sholat, Gus Anas menuqilkan ayat Qur’an Surah Al-Ankabut yang berbunyi:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar”

Dari ayat yang dinuqilkan Gus Anas tersebut sudah sepatutnya kita mengetahui esensi sholat sebagai ibadah wajib umat Islam. Bahkan Habib Sholeh Al-Jufri juga pernah menyinggung perihal ayat tersebut ketika menghadiri acara muktamar di Lirboyo.

Gus Anas menambahkan, “Sholat yang paling tenanan (khusyu’) adalah sholatnya Sayyidina Ali sampai tidak merasakan ketika pedang telah menusuk,” tutur beliau.

Kemudian beliau berpesan, “Kita perlu belajar banyak tentang esensi sholat, karena sholat kita ada sujud yang merupakan anugrah terbesar. Karena dengan sujud kita benar-benar menghamba kepada Allah. Ketika kita menghadap Allah kita harus merontokkan jabatan dunia. Bukti kita hamba Allah dan umat nabi Muhammad adalah dengan sholat,” pesan beliau sebelum penghujung acara.

Dan ketika akan mengakhiri mauidzoh, beliau dawuh, “Kita akan menjadi diri kita sendiri ketika sedang sendiri. Moment isra’ mi’raj ini moment bahagia, tapi selain itu kita juga harus mencari inti isra’ mi’raj,” tutur beliau sekaligus sebagai penutup acara yang kemudian disambung do’a oleh beliau dan Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah.

Waallahu a’lam.

 

 

 

 

 

About Post Author

Anisafu

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026