web analytics

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Kamis, (15/01). Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III Ngampel menggelar acara Majelis Sholawat Kubro dalan rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Acara ini digelar di Aula KH Imam Yahya dengan dekorasi panggung yang bernuansa sanggar. Pasalnya konsep acara Masbro (Majelis Sholawat Kubro) tahun ini oleh panitia diisiasi dengan memadukan budaya Jawa.

Dalam kesempatan Mauizhotul Hasanahnya, Gus Reza menyampaikan bahwa dalam surat Al Isra, diawali dengan “سبحن”. Setiap surat yang diawali dengan “سبحن” ada indikasi menjelaskan sesuatu atau peristiwa yang luar biasa, yakni dalam hal ini peristiwa Isra Mi’raj. Yang memberangkatkan Rasulullah adalah Dzat yang memberangkatkan. Nabi tidak berangkat sendiri. Sehingga ketika Nabi Muhammad menceritakan perjalanannya, banyak yang tidak percaya bahkan sampai keluar dari agama Islam. Akan tetapi ada satu sahabat yang berkat percayanya kepada Nabi, beliau dijuluki sebagai “الصدق”. Nama aslinya adalah Abdullah. Yakni abu bakar Ash-Shiddiq.

Beliau kemudian melanjutkan dengan menuqil dari kitab kasyifatusaja Syarah safinatunaja karya Imam Nawawi. Bahwa Iman Nawawi membagi tingkatan iman menjadi lima, yang pertama iman taqlid yakni keimanan yang timbul dari mengikuti apa yang dikatakan guru atau seseorang, iman tingkat ini adalah tingkatan dasar yang harus dimiliki oleh semua orang.

Yang kedua yakni iman ilmi. Yakni keimanan yang timbul setelah mengetahui ilmunya atau dalilnya. Selanjutnya iman ayyan yakni keimanan yang datang setelah mengetahui dan senantiasa meneliti dengan pengawasan batin kepada Allah.

Yang keempat yakni iman haq. Yakni keimanan yang timbul sebab melihat Allah dalam hatinya. Artinya ia melihat eksistensi Allah di segala sesuatu.

Tingkatan yang terakhir dan yang paling tinggi yakni iman haqiqat, dimana keimanannya sudah pada taraf hanya melihat Allah dan sudah tenggelam terhadap kecintaannya kepada Allah.

Seperti halnya kisah Rabiatul Adawiyah yang di juluki sebagai “سلطان العا شقين” (rajanya para perindu).

Suatu ketika Hasan al-Bishri bertemu dengan Rabiatul Adawiyah sedang berlari membawa dua ember ditangan kanan kirinya, tangan satunya membawa air satunya lagi membawa api.

Lantas kemudian Hasan al-Bishri bertanya “mau kemana wahai Rabiatul Adawiyah”.

Rabiatul Adawiyah kemudian menjawab.

“Saya ingin pergi ke akhirat”

“Belum waktunya” Hasan al-Bishri menjawab

“Tidak apa-apa, pokoknya saya ingin pergi ke akhirat”.

Kemudian Hasan al-Bishri bertanya.

“Apa yang kau bawa ditanganmu”

Rabiatul Adawiyah menjawab

“Ini adalah api, dan yang ini adalah air. Aku membawa api untuk membakar surga yang ada diakhirat sedangkan air akan aku padamkan api neraka supaya tidak ada lagi neraka”

“Kenapa engkau melakukan itu?” Hasan al-Bishri bertanya

Rabiatul adawiyah menjawab

“Saya lelah, semua orang beribadah hanya karena ingin mendapatkan surga dan takut kepada neraka”.

Kisah Rabiatul adawiyah ini adalah bentuk rasa cintanya yang besar kepada Allah SWT.

yang dalam taraf keimananannya sudah mencapai haqiqat, atau juga bisa disebut sebagai “حقيقة الحب” kecintaan yang haqiqi.

Di sesi pengunjung Mauizhotul Hasanah nya Gus Reza kemudian menyampaikan bahwa setiap kali acara Peringatan isra mi’raj pasti identik dengan yang namanya kisah-kisah atau cerita terdahulu, lantas beliau menyampaikan bahwa hal tersebut adalah bagian daripada metode dakwah, yakni “القصة و الحكية” dimana hal ini harus digunakan oleh para santri sebagai bekal untuk kemudian melanjutkan dakwah dirumah masing-masing.

Dan yang terakhir beliau kembali menegaskan kepada para santri untuk meyakini peristiwa Isra dan juga Mi’raj, serta menyampaikan bahwa satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah adalah Sholat.

“Isra Nya diyakini, Mi’raj Nya diyakini, Dan Sholatnya dilaksanakan”

Tutup Gus Reza.

Wallahu A’lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026