Kediri, Elmahrusy Media
(16/12), usia bukan sekedar deret angka, melainkan jejak doa yang mengukir makna di setiap tapak langkahnya. Malam ini, Asrama Darur Rosyidah (Darsyi) kembali menampilakan kreasi santri guna menyambut puncak harlah di Bulan Januari nanti.
Penampilan Nasyid santriwati asrama Darsyi yang di mulai ba’da jam’ah Isya dan Istighotsah menjadi ikon lomba harlah kedua yang tampil meriah dan penuh sumringah. Aula Al-Fatah ramai dengan sorak sorai satriwati yang begitu antusias menyambut suara merdu dan gaya baru dari setiap tampilan nasyid yang syahdu.
Perlombaan yang menjadi ruang temu antara iman dan kesenian, menjadikan nasyid sebagai wasilah syiar dakwah yang indah. Setiap perwakilan kamar membawakan senandung dengan inovasi baru yang dibalut dengan suara merdu.
Contohnya seperti kamar I.01 yang mengcover lagu alamak dan ngapain repot menjadi lagu arab. Inovasi baru ini menjadikan acara semakin spektakular karena mendapat apresiasi penuh dari mbak-mbak santri Asrama Darsyi.
Setelah masing-masing perwakilan kamar dari I.01 hingga I.10 menampilkan kreasi nasyid yang unik, menarik, bahkan kekinian, sebelum memasuki penghujung acara, Ustadzah Kayyisatul Masruroh selaku dewan juri satu memberikan komentar secara universal,
“Kami mengapresiasi teman-teman yang mau tampil baik malam ini atau malam kemarin,” tutur Ustadzah Kayyisatul.
Kemudian beliau juga menambahkan bahwasannya peserta yang mau tampil lebih baik daripada peserta yang tidak mau tampil. Karena tidak ada malu untuk kita belajar di pondok. Jika kalian melakukan 1 atau 2 kesalahan tidak akan ada yang mengingat.
Ustadzah Kayyis juga berpesan, “Tujuan kita disini untuk memeriahkan harlah pondok atau ihyaul ma’had. Kalau tidak begini mau bagaimana lagi,” pesan santriwati asal Sulawesi.
Selanjutnya komentar kedua dari Ustadzah Luluk Nabila Isma atau akrab dipanggil Ustadzah Luna, beliau ngendikan, “Trimakasih sebanyak-banyaknya untuk peserta yang mau tampil dan teman-teman santri semuanya yang telah mensupport,” tutur alumnus PP HM Al-Mahrusiyah Putri memberi apresiasi.
“Semua punya bakat suara bagus, yang membedakan satu, mentalnya ada engga,” tutur beliau berkomentar.
Ustadzah Luna juga mentaukidi pesan yang disampaikan oleh Ustadzah Kayyis bahwasannya jika berbuat satu atau dua kesalahan di panggung itu maklum. Suaranya bagus-bagus tapi mental masing-masing individu itu berbeda.
Jadi, sekali lagi beliau menekankan, “Tujuan kita lomba bukan untuk menang atau kalah, tapi untuk memeriahkan harlah pondok kita tercinta,” pesan beliau sekaligus sebagai pamungkas acara.
Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama.
Waallahu a’lam.