Kediri, Elmahrusy Media.
Malam Nisfu Sya’ban senantiasa menjadi momentum istimewa bagi para hamba untuk memanjatkan do’a. Ibarat golden ticket untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebelum Ramadhan menyapa, santri Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Ngampel III kembali menggelar agenda rutin tahunan dalam menyambut malam mulia ini pada Senin, (02/02).
Tabuh bedug yang mengiringi adzan Maghrib menjadi penanda syukur bagi para santri yang menjalankan puasa sunnah. Usai menunaikan shalat Maghrib berjamaah, tepatnya pukul 18.30 WIB, santri putri dari Asrama Al-Misky, Al-Asyiqie, dan Al-Qomariyah bertolak menuju Masjid Al-Utsmaniyah untuk melangitkan do’a bersama para Dzurriyah Al-Mahrusiyah.
Suasana khidmat menyelimuti setiap sudut masjid; santri putra menempati lantai utama, santri putri di lantai dua, sementara santri putri jenjang SD memadati serambi. Tak terkecuali bagi santri putri yang sedang berhalangan (udzur), mereka tetap terpaut dalam kekhusyukan do’a di teras Maqbaroh Almaghfurlah KH. Imam Yahya Mahrus, di bawah bimbingan langsung Ning Hj. Niswatul Arifah.

Acara dibuka dengan tawasul yang dipimpin langsung oleh KH. Reza Ahmad Zahid. Memasuki inti acara, seluruh santri mengamalkan anjuran utama malam Nisfu Sya’ban, yakni pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat sebagai berikut:
Pertama: Memohon umur panjang yang berkah, pertolongan untuk senantiasa taat, serta kesehatan jasmani dan rohani.
Kedua: Memohon agar dijauhkan dari marabahaya (bala’) serta dikaruniai rezeki yang halal dan barokah.
Ketiga: Memohon kelapangan hati, keteguhan iman, dan akhir hayat yang Husnul Khotimah.
Kekhusyukan semakin terasa di setiap jeda pembacaan Surat Yasin, di mana doa-doa khusus dilantunkan secara bergantian: Yasin pertama dipimpin oleh KH. Reza Ahmad Zahid, Yasin kedua oleh KH. Melvin Zainul Asyiqien, dan Yasin ketiga oleh Agus H. Nabil Aly Utsman. Rangkaian ini kemudian ditutup dengan pembacaan Istighfar bersama-sama, sebagai bentuk permohonan ampun atas segala khilaf dan dosa.
Kumandang adzan Isya’ menyusul dengan suara merdunya, tanda jamaah akan dimulai setelahnya. Saat KH. Reza Ahmad Zahid mengimami jamaah santri putra, santri putri dipulangkan ke masing-masing Asrama, melanjutkan aktivitas malam seperti biasa.
Agenda tahunan ini merupakan bentuk pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) bagi kita semua, sehingga saat Ramadhan tiba, hati kita telah benar-benar siap menjadi bejana yang layak menerima pancaran cahaya-Nya. Aamiin.
Wallahu a’lam.