Di antara tempat yang favorit di jadikan tempat wisata religi di Kediri adalah Makah Syaikh Abdulloh Mursyad. ya, beliau merupakan salah satu waliyulloh yang menyebarkan ajaran Islam di Kediri, dengan menggunakan cara-cara yang luar biasa.
menurut beberapa sumber, di antaranya dari juru kunci makam, mengatakan bahwa Syaikh Abdulloh Mursyad merupakan ulama yang menyiarkan agama Islam dengan cara seni atau kearifan lokal. Bahkan menurut sumber ini, Syaikh Abdulloh Mursyad menyebarkan agama Islam sebelum Wali Songo, yaitu di abad 14. melalui metode kesenian, Syekh mursyad menggunakan kentrung sebagai sarana dakwahnya. yang kemudian, pada masa Wali Songo di gunakan cara serupa yang di laksakan oleh Sunan Kalijogo berdakwah dengan seni bernama wayang.
Untuk asal usul beliau masih terdapat beberapa versi, ada yang mengatakan dari Timur Tengah atau Gujarat, ada juga yang menagatkan dari garis keturunan dari Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, dan ada yang mengatakan Syekh Abdullah Mursyad masih keturunan Sunan Giri, putra Maulana Ishaq.
tetapi, menurut keterangan dari almaghfurlah KH Abdul Aziz Mansyur, Pacul Gowang Jombang, Syekh Abdullah Mursyad adalah seorang mubaligh Islam yang berasal dari Gujarat, yang dikenal sebagai penyebar Islam. Selain berperan sebagai ulama yang berpengetahuan luas, dia juga merupakan seorang jawara yang memiliki kemampuan luar biasa seperti yang dijelaskan oleh Kiai Mujadad sebelumnya.
Namun, menurut KH Abdul Aziz Mansyur, latar belakang sejarah kehidupan Syekh Abdullah Mursyad masih belum sepenuhnya jelas. Hal ini disandarkanh dari kesulitan dalam menentukan asal mula beliau yang berasal dari Gujarat atau seorang yang lahir sebagai pribumi. Karna pada masa tersebut, banyak pendatang dari negara-negara seperti Cina dan Arab yang tiba di kepulauan Nusantara.
Sering kali, mereka mengunjungi kerajaan Mataram Islam seperti keraton Surakarta dan Yogyakarta, yang pada waktu itu sudah terkenal di berbagai penjuru, sehingga tidak mengherankan jika ketenaran kerajaan Mataram Islam menarik perhatian banyak bangsa lain untuk datang ke pulau Jawa yang dikenal kaya dengan sumber daya alam.
. Saat ini, makam Syekh Abdullah Mursyad terletak di kompleks pemakaman Setono Landean, sekitar 5 KM dari desa Mrican di Kota Madya Kediri, Jawa Timur. Warga setempat biasanya merujuk tempat tersebut dengan nama “Setono Landean”. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa, makam Syaikh Abdulloh Mursyad merupakan makam pindahan dari PG Mrican.