Kediri, Elmahrusy Media
Ketika malam mulai menyapa, usai sholat Magrib berjama’ah terlaksana di Aula Al-Fatah Asrama Darur Rosyidah. Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah berkesempatan hadir pada pengajian Kitab Wasailul Wusul Ila Syamailil Rasul.
Bertepatan dengan malam 1 Romadhon 1447 H, Ning Ochi membuka pengajian Romadhon dengan mengaji Kitab Wasailul Wusul Ila Syamailil Rasul yang berisi kumpulan hadits tentang penggambaran secara terperinci sifat fisik, akhlak, adab, kebiasaan, hingga kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW.
Ning Ochi ngendikan, “Bulan Romadhon merupakan bulan yang penuh berkah, meskipun tidur, juga mendapat pahala, jika tidurnya dengan adab,” dawuh beliau membuka kalimah.
Kemudian beliau melanjutkan, “Malam satu Romadhon bukan malam yang biasa melainkan malam nadroh Allah benar-benar mersani (melihat) hamba-hambanya,” tutur pengasuh PP HM Al-Mahrusiyah Sakan Darur Rosyidah.
Maksudnya, di malam pertama Bulan Romadhon kita dianjurkan untuk banyak-banyak caper (Cari Perhatian) kepada Allah ta’ala, karena di malam itulah Allah benar-benar memperhatikan hambanya.
Ning Ochi menambahkan, “Bagi yang udzur bisa mengisi malam Romadhon dengan berdzikir biniati ihyaul lail (menghidupkan malam),” tutur beliau.
Karena, di bulan Romadhon terdapat malam yang sangat mulia yakni malam lailatul qodar, yaitu malam yang barang siapa beribadah lillahi ta’ala di dalamnya ibadahnya lebih baik dari 1000 bulan yakni setara dengan 83 tahun lebih 4 bulan.
Maka dari itu Ning Ochi mentaukidi azhiimun (agung) nya pahala lailatul qodar dengan ngendikan, “Pahalanya tidak akan sumbut (sesuai) dengan usianya kalian,” tutur putri bungsu Ibu Nyai Hj Zakiyah Miskiyah.
Kemudian beliau juga dawuh, “Disepanjang malamnya bulan Romadhon adalah bulan yang penuh berkah dan fadilah, bahkan fadilahnya azhiimun (agung). Maka, mari kita maknai bulan Romadhon sebagai bulan suci,”
Dan Ning Ochi berpesan, “Di Bulan Romadhon ada asroh lail yaitu semulia-mulianya malam di bulan Romadhon, maka jangan nodai Bulan Romadhon dengan ghibah melainkan hiasi dengan memperbanyak sholawat dan membaca Qur’an,” pesan Ning Ochi.
Karena di bulan Romadhon selain ada lailatul qodar sebagai malam yang paling mulia juga ada malam nuzulul qur’an, yakni malam turunnya kitab mulia, dari Allah ta’ala yang Maha Mulia melalui perantara malaikat Jibril yang mulia kepada Nabi Muhammad SAW yang mulia. Maka dari itu, di bulan Romadhon ini perbanyaklah membaca Qur’an sebagai bentuk memuliakan Qur’an.
Terakhir, sebelum Ning Ochi mengakhiri sekapur sirih sebagai pembuka kilatan Romadhon di Asrama Darsyi, Ning Ochi berpesan, “Jangan sampai menyia-nyiakan waktu, nggak hanya di awal Romadhon tapi juga hingga akhir Romadhon, bahkan sampai bertemu bulan Syawal, semoga semangat ibadahnya kita lebih terjaga, tetap terjaga, dan semakin meningkat, aamiin allahumma aamiin,” kemudian beliau sambung dengan pengajian Kitab Syama’il
Wallahu a’lam