web analytics

Peran Besar Budaya Dalam Dakwah Walisongo

0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Pada masa penyebaran Islam di Nusantara, khususnya oleh Walisongo, adaptasi terhadap adat dan budaya lokal menjadi salah satu sarana dakwah. Kondisi masyarakat Nusantara kala itu, mereka masih memegang kuat adat, tradisi, dan kepercayaan lokal. Karena itu, dakwah islam tidak dilakukan secara frontal dan memaksa, tetapi Walisongo kala itu menggunakan pendekatan kultural, yaitu sebuah metode yang memanfaatkan budaya sebagai jembatan komunikasi dan penyampaian pesan.

Walisongo menyebarkan ajaran agama islam dengan memasukkan nilai- nilai dan ajaran Islam ke dalam bentuk budaya lokal agar bisa diterima oleh masyarakat. Para Walisongo tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sebagai komunikator yang menggunakan banyak jalur dakwah. Salah satu jalur yang paling khas tadi, yaitu menggunakan pendekatan kultural. Para wali memanfaatkan tradisi, kesenian dan adat lokal untuk menyampaikan ajaran Islam secara halus.

Salah satunya, ketika Walisongo menyebarkan ajaran Islam di pulau Jawa, yang mana kondisi masyarakat Jawa saat itu sangat dekat dengan seni dan adat. Maka, budaya dijadikan sejalan dengan nilai- nilai tauhid. Seperti yang sudah sering kita dengar, Sunan Kalijaga yang berdakwah dengan media seni pertunjukan wayang. Beliau memanfaatkan wayang kulit dengan meng- adaptasi kisah- kisah epik Hindu- Buddha seperti Mahabrata atau Ramayana. Dalam pertunjukkannya, Sunan Kalijaga menyisipkan ajaran Islam dan nilai- nilai sufistik ke dalam dialog, lakon, ataupun karakternya.

Dari pertunjukkan wayang Sunan Kalijaga, yang sangat populer ialah beliau tidak pernah memungut bayaran uang dari masyarakat yang ingin menonton pertunjukkan, melainkan dengan membaca dua kalimat syahadat. Dalam ceritanya beliau menciptakan lakon- lakon baru, seperti Dewa Ruci, Jimat Kalimasada. Beliau juga menyisipkan simbol- simbol Islam seperti konsep Manunggaling Kawula Gusti yang ditafsir dalam kerangka tauhid juga diiringi oleh suluk yang bernilai ajaran islam seperti Lir ilir dan gundul- gundul pancul.

Selain dakwah Sunan Kalijaga yang masyhur dengan wayangnya, ada juga dakwah Sunan Bonang yang masyhur dengan menggunakan media gamelan. Sunan Bonang memiliki peran besar dalam musik tradisional Jawa sebagai media dakwah. Melalui gamelan beliau menciptakan sejumlah komposisi gamelan dengan nuansa sufi. Tentu saja hal ini menarik masyarakat Jawa yang memang gemar terhadap seni musik, selain bernilai seni, melalui gamelan beliau menyampaikan ajaran- ajaran Islam.Sunan Bonang juga menciptakan tembang dan suluk. Karya beliau yang paling terkenal adalah Suluk Wijil dan Tombo Ati, yang mana berisi ajaran tauhid, akhlak dan syari’at Islam.

Walisongo membuktikan bahwa dakwah dengan pendekatan budaya adat dan kesenian tidak perlu dengan cara memusnahkannya melainkan pengajaran agama yang dikemas dengan branding adat dan budaya menciptakan Islam yang ramah, membumi juga dekat dengan masyarakat. Inilah salah satu yang membuat Islam berkembang pesat dan menjadi identitas Nusantara hingga kini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
Wali Songo

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Koar-Koar di Trotoar

Koar-Koar di Trotoar

Pandawara Group: Inspirasi Umat Dalam Menjaga Lingkungan

Pandawara Group: Inspirasi Umat Dalam Menjaga Lingkungan

Meninjau Adaptasi Kontemporer Seni Wayang

Meninjau Adaptasi Kontemporer Seni Wayang

Dari Laut Bercerita, Saya Belajar

Dari Laut Bercerita, Saya Belajar

Tak Ada Ujung Dalam Belajar

Tak Ada Ujung Dalam Belajar

Berbahasa Bersama Satu Nusantara: Merefleksikan Fenomena Alih Bahasa di Pesantren

Berbahasa Bersama Satu Nusantara: Merefleksikan Fenomena Alih Bahasa di Pesantren