web analytics

Peran Cendikiawan Muslim Untuk Umat

Peran Cendikiawan Muslim Untuk Umat
Foto KH Anwar Mansur dan Habib Syekh dalam Lirboyo Bersholawat, cuplikan layar Youtube Pondok Lirboyo
0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

Polemik keberagaman kerap kali terjadi dalam berbagai lingkup hidup bermasyarakat, tidak terkecuali dalam hal sakral dan sensitif yaitu agama. Beberapa kasus terbaru misalkan, pembubaran mahasiswa Katolik saat doa Rosario di Pamulang yang berujung pengeroyokan, pemukulan dan pembacokan. Pembubaran ibadah doa bersama umat Kristen di Gresik yang dilakukan salah satunya oleh seorang Aparatur Sipil Negara. Keadaan Indonesia yang majemuk dan multikultural di sisi lain merupakan anugerah, namun jika tidak dapat dikelola dengan baik, berpotensi menciptakan konflik destruktif. Oleh sebab itu, di tengah pluralitas ini, masyarakat butuh akan penguatan pola pikir, karakter, tindakan dan pembiasaan bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah atau keniscayaan.

Dalam hal ini posisi cendikiawan muslim yang tersebar di seluruh penjuru wilayah memiliki peranan penting dalam menguatkan persatuan dan keutuhan bangsa dalam keberagaman. Menurut Zulmuqim, dkk, dalam tulisannya Pendidikan Islam dan Kebangkitan Cendekiawan Muslim, menuliskan bahwa seorang cendekiawan muslim tidak hanya berfokus kepada peningkatan iman dan taqwa, namun juga dalam kemampuan berfikir, memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kehidupan keagamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan untuk diamalkan bagi terwujudnya masyarakat madani. Ini berarti bahwa cendekiawan muslim memiliki tantangan untuk mewujudkan masyarakat madani, salah satu caranya adalah dengan mengajak masyarakat agar tidak menjadikan agama menjadi legitimasi untuk mengganggu dan menebarkan permusuhan antar umat.

Di Indonesia telat tercatat berbagai macam sejarah konflik antar umat beragama. Dimana ajaran agama dijadikan sebagai alat pembenar bagi pemeluknya untuk melakukan tindakan pengeroyokan, pembubaran ibadah bahkan sampai pembakaran rumah ibadah dan pembunuhan terhadap umat yang berbeda keyakinan. Ada beberapa deretan sejarah yang mewarnai terjadinya konflik di Indonesia. Seperti adanya konflik Ambon Maluku yang terjadi antara warga Muslim dan Nasrani, konflik Poso yang terjadi antara umat Kristen dan Muslim, juga konflik antara umat Islam dan Kristen yang terjadi di Aceh Singkil. Dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2023 Kombas Perempuan bahkan tercatat adanya beberapa pembatasan hak kebebasan berkeyakinan yang bahkan didukung oleh kebijakan pemerintah.

Menyikapi beberapa hal diatas, cendekiawan muslim perlu mengambil sikap sejak dini untuk mencegah potret buruk intoleransi di Indonesia. Peran cendekiawan Muslim bisa dimulai dari diri kita sendiri, dari para pelajar di satuan pendidikan atau para mahasiswa di perguruan tinggi, untuk senantiasa menjadi agen perdamaian dalam menyuarakan toleransi aktif sebagai upaya membendung intoleransi, tidak hanya toleran dalam diam. Beberapa upaya yang bias dilakukan antara lain, menerima dan meyakini bahwa perbedaan itu ada, dan dapat berjalan beriringan, baik ras, etnis, budaya, bahasa, adat, politik, juga agama bahkan terkait agama keyakinan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like