web analytics

Seduh Sedih Akomodasi Pribadi Bikin Merintih

0 0
Read Time:40 Second

Kalau kata Jokpin,
“Sedih itu sederhana, makan sudah siap,
kopi sudah cantik, hujan sudah romantis,
rokok habis.”

Memang tidak salah.
Apa daya warna hitamku yang cantik
tidak pernah disajikan dengan cangkir apik.
Apakah kafeinku tetap bikin mengantuk?

Apa gunanya aku tersaji di atas mangkuk
apabila Sang Pemakan menakdirkanku sekadar meringkuk.
Kalau bisa mengucap pasti kamu kukutuk!

Meski selalu romantis
Aku terlalu bosan bila Bumi terus cinta.
Bumi selalu menerima keromantisanku.
Bikin malas!

Also Read: Kembali Lagi.

Sebagai penyakit, wajar kalau aku telah habis.
Tentu, agar Sang Pesedih tak akan pakai fasilitasnya,
pun karena rupiah makin romantis sambil menangis.

Piring-piring beserta para cangkir cantik
berdansa di tengah rupiah yang terus menghujam tanah.
Ritmenya sangat romantis macam hujan kian manis.

Bagaimana seluruh kesedihan yang tertampung
mampu mengurung isi pikiran Sang Pesedih
yang ingin segera tancap gas menuju neraka?

Also Read: Kamus Dosa

About Post Author

Rahmat Adhy Wicaksana

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Kembali Lagi.

Kembali Lagi.

Kamus Dosa

Kamus Dosa

Welcome

Welcome

Last Year and Next Year

Last Year and Next Year

Bengkel Papa

Bengkel Papa

Peristiwa ditengah Malam

Peristiwa ditengah Malam