Kediri, Elmahrusy Media.
Jum’at (12/09), masih dalam serangkaian gemerlap berkah bulan Rabiul Awal, Asrama Darsyi menggelar majlis dzikir dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW dan haul Ibu Nyai Hj Qomariyah yang ke-22.
Acara dimulai ba’da jama’ah Magrib yang dibuka oleh saudari Isabela selaku MC acara, kemudian dilanjutkan tawasul oleh Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah. Lantunan istighotsah, manaqib, dan diba’iyah mulai dilantunkan dengan merdu membelah kesunyian malam bumi Lirboyo.
Di Jum’at malam yang berlimpah berkah ini, mulai dari lantai satu hingga lorong lantai tiga asrama Daru Rasyidah dipadati oleh seluruh santri Asrama Daru Zainab dan Darur Rasyidah guna menyambut sekaligus memeriahkan dua acara besar yang begitu dinanti-nanti oleh para santriwati.
Tak hanya itu, mulai lantai satu hingga lorong lantai tiga, ruangan di hias sedemikian rupa dengan warna warni aneka jajan dan buah-buahan. Dalam kesempatan malam yang penuh kebahagiaan ini, Agus Ahmad Nasyirudin Moenir menyampaikan sekapur sirih tentang esesnsi maulid dan haul.
Gus Anas ngendikan, “Ini peringatan maulid nabi, peringatan kelahiran kanjeng nabi, lha kok nuwun sewu orang yang sudah di nas di laknat oleh sang maha kuasa itu saja karena bergembira denger-denger dari hari atas kelahirannya kanjeng nabi saja, setiap Senin di ringankan siksanya oleh Allah SWT, apa lagi kita yang setiap saat memperingati dan bermaulid nabi,” tutur pengasuh PP Daru Rasyidah dan Daru Zainab HM Al-Mahrusiyah.
Kemudian beliau melanjutkan bahwasannya moment ini merupakan moment yang kontra namun saling berkaitan dan pasti terjadi. Mengapa? Karena esensi maulid dan haul itu adalah mahabbah atau cinta.
“Nuwun sewu dalam kamus KBBI maulid dan haul itu adalah akronim, ada lahir ada wafat, tapi inilah sebuah perjalanan, dan apa yang kita lakukan malam ini terlepas itu peringatan kelahiran kanjeng nabi atau haul Nyai Hj Siti Qomariyah itu adalah wujud cinta kita kepada beliau Ibu Nyai Hj Qomariyah dan junjugan kita Nabi Muhammad SAW” jelas Gus Anas
Beliau juga menambahkan bahwasannya tanpa adanya Ibu Nyai Hj Qomariyah maka tidak akan ada Ibu Nyai Hj Zakiyah dan tidak akan ada Al-Mahrusiyah. Tanpa adanya nabi Muahmmad SAW maka tidak akan ada umatnya Nabi Muhammad.
Cinta adalah sumber keimanan, semakin besar cinta maka akan semakin besar iman. Jadi jika kalian memang umatnya kanjeng nabi dan santrinya Almarhum Almaghfurllah KH Imam Yahya Mahrus dan santrinya Ibu Nyai Hj Zakiyah Miskiyah maka tunjukan cinta kepada beliau dengan cara memdekatkan diri secara batiniah. Barang siapa yang ta’dzim kepada beliau kanjeng nabi Muhammad SAW insyaallah akan diberikan syafa’at di yaumul akhir nanti,” tutur beliau.
Beliau juga menjelaskan tentang keutamaan Shalawat Nabi dari Imam Syafi’I yang juga ditulis oleh Imam Ghazali dalam Kitab Ihya’ulumuddin. Pada akhir pembahasan keutamaan shalawat, Al-Ghazali mengutip keutamaan lafal Shalawat Nabi yang ditulis Imam As-Syafi’i pada karya ushul fiqihnya Kitab Ar-Risalah. Al-Ghazali mengisahkan perjumpaan Abul Hasan dengan Rasulullah:
وروي عن أبي الحسن قال رأيت النبي صلى الله عليه و سلم في المنام فقلت يا رسول الله بم جوزي الشافعي عنك حيث يقول في كتابه الرسالة وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الغَافِلُوْنَ فقال صلى الله عليه و سلم
أنه لا يوقف للحساب
“Diriwayatkan dari Abul Hasan, ia bercerita, ia mimpi bertemu Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah, apa hadiah besar untuk As-Syafi’i yang bershalawat dalam Kitab Ar-Risalah-nya, ‘Wa shallāllahu ‘alā Muhammadin kullamā dzakarahudz dzākirūna, wa ghafala ‘an dzikrihil ghāfilūna?’ ‘Hadiah besarku untuk As-Syafi’i bahwa ia tidak akan dihentikan untuk hisab nanti,’’ (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 391).
Shalawat Nabi yang ditulis oleh Imam As-Syafi’i dalam Kitab Ar-Risalah adalah sebagai berikut:
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الغَافِلُوْنَ
“Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya untuk Nabi Muhammad saw sebilangan orang yang mengingat-Nya dan sebilangan orang yang lalai mengingat-Nya.”
Gus Anas menjelaskan bahwa baraang siapa yang membaca sholawat tersebut maka tidak akan di hisab ketika di akhirat dan semoga kita semua senantiasa ta’dzim kepada beliau nabi Muhammad SAW dan bisa lebih dekat secara batiniah kepada almarhumah nyai Hj. Siti Qomariah. Aaamiin ya robbal alamin..
Wallahu A’lam
___