web analytics

Bekal Dalam Mencari Ilmu

0 0
Read Time:2 Minute, 41 Second

Ilmu layaknya cahaya yang menerangi seseorang untuk menempuh kehidupan di dunia dan akhirat. Dengan ilmu seseorang akan terarah dan teratur dalam kehidupannya.  Itulah mengapa ada ungkapan hadist,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

“Mencari ilmu itu wajib (Fardhu ‘Ain) bagi muslim laki-laki atau muslim Perempuan”

Dari hadist di atas sangat jelas bagaimana seseorang di wajibkan secara personal untuk menuntut ilmu. Karena dengan ilmu seseorang akan menjadi Mulya, dan menjadi berharga. Dengan ilmu pula seseorang akan bisa menempuh hidupnya ketika berada di dunia maupun akhirat. Menuntut ilmu di mulai sejak dari buaian sampai dengan liang lahat.

أُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إلى اللَّهْدِ

Nah, setelah mengetahui betapa pentingnya mencari ilmu, sesuai penjelasan di atas, kini ada beberapa pegangan atau bekal dalam mencari ilmu. Hal di nuqil dari maqolah Syaikh Az Zurnuji.

ذُكَاءٍ وَ حِرْصٍ وَ اصْطِبَارٍ وَ بُلْغَةٍ # وَ اِرْشَادِ اُسْتِاذٍ وَ طُوْلِ زَمَانٍ

“Kecerdasan, ketekunan, kesabaran, dan bermodal Petunjuk guru, serta waktu yang tidak sebentar”.

  1. Kecerdasan, atau dzakain. Yang dimaksud di sini bukanlah orang ber-IQ tinggi atau berketerampilan hebat, tetapi seseorang yang memiliki kemampuan untuk belajar. Semua orang tentu punya kemampuan dan potensi belajarnya masing-masing, maka dari itu mengapa dzakaun ini menjadi modal pertama dalam mencari ilmu.
  2. Ketekunan, atau hirshun. walaupun seseorang sudah memiliki potensi dan kemampuan belajar, hendaknya ia tekun mengikuti proses pembelajaran yang ada. Ketekunan menjadi faktor penting bagi pelajar agar bisa mendapatkan banyak ilmu dan faedah dalam masa belajarnya, baik pembelajaran bersama teman-teman, maupun bersama guru.
  3. Kesabaran, atau ishtibarun. Dalam mencari ilmu, tentu banyak sekali cobaan, baik dalam tekanan mental, fisik, spiritual, maupun materi. Hal ini tentu bisa membuat keputusasaan yang berat jika tidak didasari dengan sikap bersabar dan yakin dengan segala proses belajar yang ada.
  4. Bermodal, atau bulghatun. Meskipun secara institusi pendidikan masih banyak mempersyaratkan biaya yang kadang menjadi kendala tersendiri, namun modal yang terpenting, sebagaimana disebutkan dalam Ta’limul Muta’allim, dalam proses mencari ilmu yang terpenting adalah adanya rezeki yang mencukupi kebutuhan hidup pokok sehari-hari.
  5. Petunjuk guru, atau irsyadu ustadzin. Dalam mencari ilmu, seseorang sering mengalami kendala dalam menyelesaikan masalah secara sendiri dan yang paling parah dengan terburu-buru, atau dari pengetahuannya sendiri secara sembarangan. Kemudian petunjuk dan pengarahan dari sosok guru yang arif dan bijak menjadi penting. Guru adalah orang yang memberikan arahan dalam perjalanan mencari ilmu sehingga seorang pelajar tidak salah bahkan keliru dalam tujuan maupun pengetahuan.
  6. Waktu yang tidak sebentar, atau thulu zamanin. Ilmu tidak bisa didapat dengan terburu-buru. Lama sebentarnya suatu proses belajar memang relatif, namun ia harus didapatkan dengan proses dengan jangka waktu tertentu, supaya didapatkan kepahaman yang baik serta cara bagaimana mengamalkannya. Selain itu, waktu menuntut ilmu yang tidak terburu-buru ini menegaskan pentingnya mulazamah, interaksi dengan guru supaya “transfer pengetahuan dan akhlak” ini bisa semakin menguat bagi pelajar.
    Demikian beberapa bekal atau pegangan dalam mencari ilmu, semoga kita yang sedang berada dalam pengembaraan ilmu akan mendapat ilmu yang bermanfaat dan berkah di dunia maupun akhirat.

About Post Author

Darul Said

Jurnalis Pesantren Berusaha menjadi yang terbaik, di antara yang baik "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
El Mahrusy Media

Jurnalis Pesantren Berusaha menjadi yang terbaik, di antara yang baik "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Al-Quran, Antara Keindahan dan Keluasannya

Al-Quran, Antara Keindahan dan Keluasannya

Ngaji Salalimul Fudhola: Membedah Sifat Ghoflah di Balik Tradisi Bukber!

Ngaji Salalimul Fudhola: Membedah Sifat Ghoflah di Balik Tradisi Bukber!

9 Wasiat Penghambaan Diri Dalam Kitab Salalimul Fudhola

9 Wasiat Penghambaan Diri Dalam Kitab Salalimul Fudhola

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an