Di era zaman sekarang, sudah banyak sekali remaja-remaja yang menggunakan media sosial dengan cara yang kurang benar atau lebih tepatnya melenceng dari syari’at-syari’at Islam. Banyak sekali dari yang mereka menggunakan media sosial entah itu facebook, instagram, whatsapp, tiktok, dan media sosial lainya untuk kegiatan-kegiatan negatif yang tidak layak untuk dipertotonkan, dipost, ataupun dibaca oleh khalayak umum.
Bagi yang masih berpikir ini cuma sekedar mengikuti trend-trend yang sedang terjadi saat itu, mari buka mata. Kita sedang menyaksikan bagaimana dosa dipertontonkan. Aib bukan lagi ditutupi, tapi malah dipamerkan. Rasa malu? Entah ke mana perginya itu.
Kok bisa sih?
Jawabannya sederhana, karena kita hidup dalam sistem kehidupan yang memisahkan agama dari kehidupan. Pendidikan tidak lagi membentuk kepribadian bertakwa dan beradab, namun hanya mencetak manusia yang kompeten dalam akademik, tapi kosong secara ruhiahnya. Media tidak lagi mendidik, tapi hanya mengejar sensasi dan grafik sosialiasi. Negara pun tak peduli, karena warga negara yang berekspresi malah dianggap menjadi pengganggu dan pengrusak tatanan system, hingga kehancuran moral dan etika.
Beginilah masyarakat sekarang, semua hal diukur dari untung-ruginya materi, nilai, akhlak, bahkan kehormatan wanita bisa dinegosiasi asalkan viral. Maka tak heran jika zina, aurat diumbar, dan aib dijadikan bahan konten.
Sementara agama Islam memiliki pandangan tersendiri tentang cara menjaga kehormatan diri. Zina adalah perbuatan yang keji yang merusak keturunan, menghancurkan keluarga, dan mengundang murkanya Allah. Dalam sistem Islam, negara itu membina masyarakat agar tidak tergelincir ke arah sana, membentuk kepribadian yang memiliki moral dan etika, media yang bersih dari syahwat, dan lingkungan sosial yang terjaga dengan amal ma’ruf nahi munkar.
Namun naasnya itu sudah tidak berlaku hari ini.
Kita lebih memilih tunduk pada era sekarang ini, menjadikan kebebasan sebagai ‘tuhan baru’. Maka jangan heran jika trend-trend yang kurang bermoral muncul dan semakin berkembang. Sebab logika dalam hal ini, selama tidak melanggar hukum maka semua sah-sah saja.
Sudah saatnya kita sadar, kita perbaiki moral dan etika yang semakin lama semakin hilang wujudnya. Bukan hanya mendidik individu, namun juga sosialisasi yang perlu dibenarkan bersama-sama. Sudah saatnya generasi Islam yang shalih dan shalihah bangkit bukan hanya terkurung dalam sistem yang tidak bermoral ini.
Wallahu’alam
Ditulis oleh: Vika Rahma Ayu