Kediri, Elmahrusy Media.
Dalam rangka memperingati hari lahir yang ke 37, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo menggelar acara HARLAH yang bertempat di halaman belakang pondok pada Kamis malam (31/07).
Seluruh santri dari tingkatan tsanawiyah hingga mahasiswa yang mengenakan kemeja putih dan peci putih berbondong-bondong menghadiri acara tersebut. Pukul 19.00 WIB, sebelum acara dimulai, panggung dengan beberapa sofa di atasnya dilengkapi dekorasi berwarna hijau tosca yang selaras dengan warna gedung menanti kehadiran segenap dzuriyah dan tamu undangan. Gema sholawat yang dilantunkan oleh Habsy Sulthonus Sholawat (tim habsy yang beranggotakan santri kelas 3 aliyah) menghiasi langit Lirboyo.
Acara ini dihadiri oleh KH. Melvin Zainul A’syiqien, Agus H. Izzul Maula Dliyaullah, dan Agus Ahmad Nasyruddin Moenir. Adapun segenap alumni sepuh, yakni KH. Faruq Qusyairi, KH. Ronggo Warsito, serta KH. Ahmad Yasin Nur Falah yang turut memeriahkan acara.
Sekitar pukul 19.45 WIB, dua orang MC (Master of Ceremony) yang membawakan acara dengan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Acara dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah. Acara selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Saudara Miftahul Iqbal.
Sebelum menyampaikan harapan juga pesan dalam sambutannya, Bapak Ilham Fawaid selaku Ketua Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Putra Lirboyo menyampaikan ajakan kepada beliau sendiri pun kepada para santri untuk mengingat perjuangan KH. Imam Yahya Mahrus dalam mendirikan Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah.
“Pertama, kami mengajak kepada diri kami sendiri dan para santri untuk mengingat upaya yang tidak mudah terhadap KH. Imam Yahya Mahrus, yakni pendiri pondok pesantren kita ini. Alhamdulillah, mulai dari tanggal 1 Agustus 1988 Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah mampu dan insyallah terus eksis. Mari kita ucapkan bersama, alhamdulillah.” Tutur beliau.
Setelah beliau selesai menyampaikan sambutan, Habsy Sulthonus Sholawat-pun melantunkan senandung Pondok Pesantren Lirboyo.
Sambutan selanjutnya dibawakan oleh Agus Ahmad Nasyruddin Moenir mewakili dzuriyah Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah. Beliau menjelaskan seputar santri-santri yang berkhidmah dan ridho dari para guru.
“Kalau khidmah kepada ahlul ilmi sama dengan khidmah kepada ilmu. Kalau khidmah kepada ilmu sama saja denga khidmah kepada Allah SWT. Kalian akan mendapatkan ilmu jika bersungguh-sungguh dalam belajar. Lalu untuk mendapatkan kemanfaatan ilmu, dibutuhkan salah satu syarat, yaitu keridhoan dari guru. Setelah kalian memenuhi keridhoan dari seorang guru dan sudah mendapatkan kemanfaatan dari sebuah ilmu, maka selanjutnya kalian harus mendapatkan barokah dari ilmu, yaitu barokah bil khidmah. Oleh karena itu, niatkan semuanya adalah khidmah kepada ilmu, agar kalian mendapat manfaat dan barokah ilmu.” Tutur dzuriyah Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah itu.
Kemudian, sambutan atas nama alumni yang dibawakan oleh KH. Ahmad Yasin Nur Falah.
“Peringatan harlah pondok pesantren tidak lepas dari tiga si. Pertama, refleksi bagaimana kita melihat perjalanan pondok pesantren ini. Jika pondok pesantren ditinggalkan oleh pendirinya, maka ada dua kemungkinan, gulung tikar dan berkembang. HM Al-Mahrusiyah adalah bukti jika KH. Imam Yahya Mahrus adalah kiai yang benar-benar ikhlas, karena ketika beliau sudah tidak ada pondok pesantren tidak bangkrut malah santrinya bertambah.
Kedua, evaluasi bagaimana perjalanan Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah. Terakhir, aksi bagaimana kalian ketika sudah menjadi santri HM Al-Mahrusiyah adalah kalian hubbul wathon (cinta kepada negara) dan ukhuwah islamiyah (hubungan antara sesama santri.”
Sambutan yang keempat dibawakan oleh KH. Melvin Zainul A’syiqien. Beliau bercerita seputar HM Al-Mahrusiyah tempo dulu dan beberapa cerita tentang KH. Imam Yahya Mahrus. Beliau pun menuturkan, bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatikan ketika mencari ilmu di pondok pesantren.
“Ada tiga hal yang perlu kalian perhatikan ketika kalian mencari ilmu di pondok pesantren. Pertama, jangan bawa ilmu kalian ke majelis ilmu, karena kita kalian membawa ilmu di majelis ilmu, maka kalian akan mencari kesalahan-kesalahan yang ada pada guru kalian. kedua, tinggalkan status kalian dan kemuliaan yang kalian miliki, karena ilmu tidak akan bisa sampai kepada kalian ketika kalian masih merasa kalian adalah orang yang terpandang. Terkahir, jangan kalian mencari perhatian guru-guru kalian, hal ini akan membuat kalian hanya mendapat perhatian dari guru kalian tapi tidak akan mendapat ilmu dari guru-guru kalian.”
Setelah rangkaian sambutan, rangkaian acara selanjutnya pemberian doorprize bagi teman-teman yang bisa menjawab pertanyaan seputar sejarah Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah dari KH. Ronggo Warsito. Kemudian dilaksanakan pemotongan tumpeng sebagai bentuk tasyakuran hari lahir yang dipandu oleh Agus H. Izzul Maula Dliyaullah.
Pada pukul 22.30 WIB, rangkaian acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh beliau, Agus H. Izzul Maula Dliyaullah.