web analytics

Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

0 0
Read Time:5 Minute, 21 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Di bawah naungan langit malam yang tenang, para santriwati asrama Al-Asyqie berbondong-bondong melangkahkan kaki menuju tempat menjemput hikmah dan perjalanan agung Rasulullah SAW. Suasana musholla seketika hidup oleh gemuruh kegembiraan santriwati yang hadir dengan semangat meluap. Uniknya, setiap sudut ruangan kiri diwarnai dengan aneka hiasan kepala yang begitu astetik dan memikat mata.

Tepat di Sabtu malam, 17 Januari 2026, ketika jam menunjukan pukul 19:45 WIB, Gema suara Habsy mulai mengalun menandakan sudah dimulainya acara peringatan Isra’ Mi’raj, sebuah malam yang penuh berkah serta dinanti-nantikan oleh para santriwati.

Alunan Habsy menggema hinggaa tak terasa waktu menunjukan pukul 20:15, bertepatan pada saat itu alunan Mahalul Qiyam pun mulai beriringan, para santri wati berdiri dengan serentak, dan juga menundukan kepala dengan ta’dzim, selang beberapa menit kemudian acara berlanjut ke pembacaan Diba’iyah yang dimulai pukul 20:30 setiap bait pujian dibacakan dengan penuh penghayatan hingga pukul 20:48.

Setelah rangkaian beberapa acara tersebut, acara beralih  menjadi lebih tertata saat Master Of Ceremony menaiki panggung acara, menandakan acara inti akan segera dimulai, bertepatan pada pukul 20:50. Sebagai pembuka tirai keberkahan acara, lantunan ayat Al-Qur’an atau pembacaan Qiro’ah dikumandangkan dengan begitu fasih  oleh salah satu santriwati asrama Al-Asyqie. Tak selang beberapa lama kemudian tepat pada pukul 21:00 tepat beliau K.H Melvin Zainul Asyqien dan Ning Aliyah Harir rawuh di tengah riuhnya acara tersebut, kehadiran beliau berdua disambut dengan penuh ta’dzim dan penghormatan oleh seluruh santriwati.

Lalu acara pun dilanjut dengan Mauidloh Hasannah oleh K.H Melvin Zaenul Asyqien, untuk membuka Mauidloh beliau menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul dengan para santri di hari peringatan Isra’ Mi’raj tersebut, beliau juga menghanturkan do’a supaya terkumpulnya para santri disini bisa mendapatkan barakah. Seperti dawuh Allah SWT :

الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Dari penggalan ayat tersebut beliau menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa itu diberi barakah, diberi kebaikan, dan juga diberi tambah kebagusanoleh Allah SWT. Mengapa? Lalu beliau menjelaskan karena di daerah situlah banyak Nabi yang diturunkan, seperti yang kita ketahui Nabi Ibrahim AS banyak mempunyai putra dan putri, namun yang sering kita ketahui adalah Nabi Ishaq dan Nabi Ismail, Nabi Ishaq AS adalah putra yang dilahirkan oleh istri Nabi Ibrahim AS yaitu sayyidah saroh, sedangkan Nabi Ismail AS adalah putra dari istri yaitu Sayyidah Hajjah

“Garwonipun kanjeng nabi Ibrahim niki lek ga salah onok 900 akeh e.”-Ucap beliau

Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ishaq AS berasal dari Paestin dan menurunkan Bani Israil, Sedangkan Nabi Ismail sendiri menurunkan suku dari orang arab yaitu Bani Quraisy yang menurunkan Nabi Muhammad SAW, Termasuk juga Nabi Yusuf AS, Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, hingga Nabi Isa AS, semua Nabi tersebut diturunkan di Palestin oleh karena itu Allah SWT memberikan barakah.

Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa:

“Nabi ibrahim saat ingin menilik anaknya, dengan menunggangi buroq”-Riwayat dari Said bin Musayyab.

Kecepatan Buraq itu lebih cepat dari cahaya, sedangkan secara fisika badan kita tidak akan sanggup jika diterpa angin yang kencang-lanjut beliau. Maka jika difikir dengan akal tidak mungin dengan enaiki buroq tubuh manusia baik-baik saja, oleh karena itu salah satu ulama’ berpendapat bahwasanya Nabi Isra’ Mi’raj hanya dengan ruh saja, namun bagaimana mungkin seseorang melakukan Isra’ Mi’raj  tanpa jasad. Oleh karena itu jika menggunakan akal perjalanan ke Shidrotul muntaha itu tidak mungkin-tutur beliau.

Namun sebagai umat Nabi Muhammad SAW kita tidak boleh ragu bahwa itu gawen-gawen, tidak boleh ragu bahwa itu rekayasa, tidak boleh ragu bahwa itu benar adanya. Ketika Nabi Muhammad SAW menceritakan pada para shohabat, hanya sebagian dari mereka yang percaya, lalu kanjeng Nabi mengucap:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Setelah dibacakan ayat tersebut, barulah sebagian shohabat yang sebelumnya sempit ragu menjadi yakin sepenuhnya akan kebenaran terjadinya Isra’ Mi’raj. Pada hakikotnya kita tidak boleh terbesit adanya pertanyaan yang membuat kalian ragu.

Kenapa Nabi Muhammad SAW di Isra’ Mi’rajkan?-tanya beliau Gus Melvin

لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Untuk melihat tanda kekuasaannya, selama perjalananya Nabi mersani keadaan masa lalu, yang akan terjadi, dan juga sekarang.”-dawuh beliau.

Setelah bercerita demikian, Gus Iing juga menceritakan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Shidrotul Muntaha, dan pada akhirnya turunlah wahyu sholat 5 waktu, lalu beliau dawuh:

“Nabi Muhammad SAW niku isin jaluk-jaluk terus teng gusti Allah SWT , lha kok sampean malah lek jaluk-jaluk neng wong tuane sak penak e dewe.”

Ada sebuah riwayat:

Nabi Muhammad ketika Ramadhan baca Al-Qur’an talaqiq kepada malaikat Jibril (hafalan), Nabi mboten sungkan takon lek ga ngerti. Sampean kabeh lek karo aku yo kudu ngono.-dawuh Gus Iing.

اِفْتَحْ مِفْتَاحَ الْعُلُوْمِ

Semakin akeh takon semakin akeh ilmu seng didapat, entah iku neng kelas, musyawarah, atau diluar waktu itu, Tanya pada orang yang kalian anggap tahu-jelas beliau

كَثْرَةُ السُّؤَالِ مِنْ عَلَامَاتِ الْجَهْلِ

“Banyak bertanya (yang bertujuan untuk menguji atau meragukan) adalah sebagian dari tanda-tanda kebodohan.”

Beliau juga menjelaskan juka banyak bertanya juga tidak bagus, jika pertanyaan yang ditanyakan itu aslinya sudah diketahui.

K.H Melvin Zainul Asyqien menutup dengan kalimat pepeling

“Niki mugi-mugi estu dilakoni sedoyo umatipun, berkah acara peringatan niki saget tambahipun iman-iman sedoyo”

Setelah itu dilanjutkan do’a yang dipimpin K.H Melvin Zainul Asyqien tepat pada jam yang menunjukkan pukul  21:52, setelah itu acara di tutup dengan penampilan-penampilan santri yang beraneka. Mulai dari tari Thohayah, Nasyid, tari Zapin, dan acara paling ujung yaitu pertunjukan drama pendek yang berjudul “keluarga Masyitoh”. Acara tersebut selesai tepat pukul 23:00 dengan diiringi dengan makan-makan Bersama.

 

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

Ibnu Kholdun Juara Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

2 Raksasa Ngampel Tumbang di Semifinal Mahrusy Cup 2026

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Mengungkap Peristiwa Isra’ Mi’raj Sebagai Sejarah Sekaligus Hadiah

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Malam Nisfu Sya’ban: Tazkiyatun Nafs Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ied Milad Adik Tercinta, Berikut Sambutan Mas Novan Ahmad Reza

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026

Ibnu Sina vs Ibnu Kholdun: Derbi Luar Biasa di Mahrusy Cup 2026