Kudus, Elmahrusy Media. (07/01/26) Area pegunungan Makam Sunan Muria mengantarkan hawa sejuk pengurang rasa penat di pagi hari ketiga perjalanan kami. Tak terasa Khazanah 2026 menyisakan peserta ziarah wali songo yang artinya setengah jalan sudah kami tempuh. Di sini beberapa santri memilih menyegarkan diri dengan mandi di wc-wc umum sekitar parkiran.
Badan sudah segar kini kami diarahkan ke pangkalan ojek yang sudah berbaris rapi kendaraan roda dua. Di naik turun medan perjalanan kami disuguhkan pemandangan tebing gunung yang eksotis. Namun, kami harus tetap berhati-hati kala ojek melaju kencang menyusuri jalanan pegunungan dengan penuh kelok tajam. Untungnya, kendaraan setiap ojek berkapasitas mesin besar yang memadai untuk melahap medan yang ada.
Setelah menanjak cukup jauh dari area parkiran sampai kami ke area makam. Hawa dingin masih menyelimuti bahkan menemani sampai tahlil benar-benar dimulai. Kali ini tahlil dipimpin Bapak Imam Washoli selaku kepala madrasah aliyah Al Mahrusiyah. Tahlil tetap khusyuk kami lantunkan.
Di dinding area Makam Sunan Muria tertulis “Ud’uallaha subhanahu wa ta’ala faqot” memintalah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Meyakinkan kami kalau agenda ziarah macam Khazanah 2026 ialah mengharap barokah dari para wali berkat kita mendo’akan mereka. Salah bila ada yang bilang meminta pada makam.
Meninggalkan area Makam Sunan Muria kami kembali harus mengendarai ojek. Jalan yang berbalik menyusuri turunan gunung membuat adrenalin sedikit meningkat. Penting bagi kami para peserta ziarah Khazanah 2026. Untuk menjaga diri berhati-hati demi bisa melaksanakan dengan lancar.