Kediri, Elmahrusy Media.
Kamis malam (15/01), dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo mengadakan Majelis Sholawat Kubro (Masbro). Acara tahunan yang telah menginjak umur ke-14 ini tidak lepas dari kontribusi teman-teman Jam’iyyah Khidmatul Ma’had 28 selaku panitia.
Sehabis Is’ya para santri yang langsung berbondong-bondong memenuhi halaman gedung madrasah disambut gema sholawat yang dilantunkan oleh Habsyi Sulthonus Sholawat dan Syifa’ul Qolbi. Sholawat yang menggelora di malam hari dari para santri mengharap syafa’at nabi.
Selain diramaikan oleh teman-teman santri mulai dari tingkatan tsanawiyah sampai aliyah, acara ini juga dihadiri oleh segenap tamu undangan. Agus H. Izzul Maula Dliyaullah dan Agus H. Ahmad Nasyruddin Moenir pun turut menghadiri acara penuh berkah ini.
MC membuka acara dengan bacaan Ummul Kitab, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari ketua panitia. Adapun sambutan dari Dr. Khoiruddin Majid sebagai perwakilan tamu undangan. Beliau menyampaikan pentingnya mencatat dan selalu mendengarkan dawuh dari para dzuriyyah.
Selanjutnya sambutan dihaturkan kepada Agus H. Izzul Maula Dliyaullah sebagai perwakilan dzuriyyah. Dalam sambutannya, beliau berharap semoga peringatan Isra’ Mi’raj ini dapat menjadi pemacu bagi para santri untuk menjadi pribadi yang giat dan semangat dalam belajar. Beliau pun bercerita seputar suatu hal yang menarik dalam peristiwa Isra’ Mi’raj yang dapat meningkatkan rasa semangat dalam mencari ilmu.
“Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Allah memberikan perintah sholat langsung kepada Nabi Muhammad di Sidratul Muntaha, tidak seperti ibadah lain yang melalui perantara malaikat Jibri. Dari sini, pentingnya sebuah sanad dalam masalah ilmu merupakan salah satu hikmah yang dapat kita ambil.
لَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ
Kalau bukan karena sanad, maka setiap orang akan berkata semaunya. Oleh karena itu, dalam belajar haruslah memperhatikan tersambungnya sanad dari guru-guru kita.”
Kemudian, Mauizhotul Hasanah disampaikan oleh Agus Dr. H. Ahmad Kafabihi, M.Pd. Beliau menyampaikan keutamaan sholat juga sedikit bercerita tentang kisah Nabi Musa yang ingin memiliki umat seperti umat Rasulullah.
“Sejelek-jeleknya (sifat) orang, jika masih ingin sholat dan diistiqomahkan dalam kebaikan, maka tandanya masih diizinkan Allah untuk menjadi orang yang lebih baik.
Sebagai hamba, jangan sampai kita meninggalkan sholat. Sholat tentu menjadi ibadah yang paling utama yang diperintah langsung oleh Allah, sementara ibadah lain seperti puasa dan zakat disampaikan melalui malaikat Jibril.”
Beliau juga sempat bercerita jika Almarhum Almaghfurllah KH. Imam Yahya Mahrus merupakan sosok yang sangat gembira ketika akan diadakan sebuah majelis sholawat, seperti kala itu Festival Rebana.
Terakhir, penutup dan do’a dibacakan oleh Agus H. Ahmad Nasyruddin Moenir.