web analytics

Memahami Khidmah dan Barokah

0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Dalam dunia pesantren, sudah tak asing lagi dengan namanya khidmah dan barokah. Dua istilah yang sudah mashur ini, memiliki keterkaitan atau kesinambungan yang tak dapat di pisahkan  satu sama lainnya. Khidmah dan barokah di dapatkan dengan cara seseorang melakukan pengabdian kepada pondok maupun para guru dengan hati yang ikhlas tanpa pamrih. Ya, dalam literatur bahasa Arab, Khidmah berasal dari kata Khodama Yakhdimu, yang berarti pembantu atau dalam bahasa jawanya juru laden. Sedangan barokah memiliki arti Ziyadatul Khoir, atau tambahnya kebaikan.

Lantas seberapa pentingnya Khidmah dan barokah dalam diri seorang, khususnya bagi seorang santri. Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani ulama Sufi dan Ulama besar Ahlussunnah waljama’ah yang berasal dari Makkah, Arab Saudi. pernah menegaskan:

ثبات العلم بالمذاكرة، وبركته بالخدمة، ونفعه برضا الشيخ.

Melekatnya ilmu dapat di peroleh dengan cara banyak muthola’ah, dan barokahnya dapat di peroleh dengan cara berkhidmah, sedangkan manfaatnya dapat di peroleh dengan adanya restu dari guru’’

Jelas, dawuh tokoh sufi nan ‘alim ‘alamah tadi, mengindikasikan seberapa pentingnya khidmah sebagai jembatan untuk menggapai barokah. Tetapi perlu di ingat, suatu barokah tak bisa di dapat dengan mudah, walaupun dengan cara Khidmah. Kok bisa?, apa sebabnya?. Ya, dalam sebuah khidmah juga memiliki beberapa etika tertentu. Di anataranya adalah harus Ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan balasan apapun, walaupun toh dalam proses Khidmah itu tergolong berat nan susah.

Dalam sebuah contoh misalnya, di pondok pesantren Lirboyo ada Namanya Sie Kebersihan dan kerapian (Kesra). Dalam menjalankan tugasnya, Sie Kesra memiliki tanggung jawab yang lumayan berat dalam menjaga kebersihan dan kerapian pondok pesantren Lirboyo. Bukan hanya menyapu dan membuang sampah saja, Sie Kesra, bahkan bertugas dalam pengendalian selokan bahkan pengurasan septic tank pondok. Walau di katakana berat, tugas Sie Kesra pondok di lakukan dengan cara ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun.

Nan hasilnya, banyak santri yang betugas menjadi Sie Kesra menjadi sukses ketika sudah tamat mondok. dan banyak yang memberikan alasan dari kesuksesan tersebut yaitu dengan cara khidmah dengan Ikhlas.

Dalam pengalaman dunia pesantren, khidmah memang selalu mendatangkan barokah, yang esensinya berbeda-beda. Ada yang berwujud fisik ataupun non fisik. Kendati demikian, wujud barokah yang berlatas Khidmah atau pengabdian memang sulit untuk di tebak. Hanya dapat terbuktikan dengan  sebuah keyakinan dan kesungguhan dalam melakukannya.

Dari sini dapat di simpulkan bahwa, Khidmah dan barokah memiliki kerkaitan atau kesinambungan yang sangat erat. Hanya seseorang yang memiliki keyakinan dan kepercayaan saja. Sama halnya ketika kita berbuat baik di dunia, kita akan mendapatkan pahala yang tak tau bagaimana bentuknya.

About Post Author

Darul Said

Jurnalis Pesantren Berusaha menjadi yang terbaik, di antara yang baik "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
El Mahrusy Media

Jurnalis Pesantren Berusaha menjadi yang terbaik, di antara yang baik "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Islam dan Kisah Hari Kasih Sayang

Islam dan Kisah Hari Kasih Sayang

Ramadhan & Lebaran Mendunia

Ramadhan & Lebaran Mendunia

Mari Panjang Umur Bersama Buku

Mari Panjang Umur Bersama Buku

NU dan Sejarahnya

NU dan Sejarahnya

Aam al-Huzn: Dari Luka Kehilangan Menuju Cahaya Isra Mi’raj

Aam al-Huzn: Dari Luka Kehilangan Menuju Cahaya Isra Mi’raj

Membaca Ulang Ikrar Pelajar Indonesia dalam Arus Perubahan Zaman

Membaca Ulang Ikrar Pelajar Indonesia dalam Arus Perubahan Zaman