web analytics

“Membaca Untuk Menulis” di Pendalaman Materi Vol.1

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Jum’at, (31/08) tim Elmahrusy Media mengadakan pendalaman materi vol.1 di tahun ini. Acara yang meliputi seputar pembahasan perihal kejurnalistikan itu diperuntukkan untuk segenap redaktur, baik putra maupun putri; Lirboyo, Muning, maupun Ngampel; di semua divisi yang ada.

Bertempat di ruang atas gedung KPA (Kantor Pusat Administrasi), acara dimulai sejak ba’da dzuhur, dengan diisi oleh Ibu Mulyo Kurniati M.Pd. selaku pemateri.

Sedikit informasi perihal Ibu Mulyo Kurniati atau yang lebih akrab disapa bu Nia ini adalah seorang jurnalis, konten kreator, dan seorang akademisi yang saat ini memiliki rutinitas sebagai dosen Tadris Bahasa Indonesia di Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Kediri. Perhatian beliau terhadap aktivitas membaca dan menulis menjadi modal penting dalam menyikapi realita kehidupan.

Tak ayal, beliau sangat tepat dijadikan pemateri untuk ‘seminar’ pendalaman materi yang memiliki tema “Membaca Untuk Menulis; Produktif Membaca, Produktif Menulis”.

Buku-buku terbuka, setiap pena terselip pada jari-jari tangan kanan, pembahasan dimulai.

Acara dibuka dengan pengenalan pemateri yang disampaikan oleh saudara Abidzar Maulana selaku moderator, sebelum pada akhirnya Bu Nia menyapa para peserta yang mayoritas adalah mahasiswa dengan mengabsen setiap prodi dari masing-masing peserta.

“Menulis bisa berawal dari jurnal harian, dan tidak selalu soal sastra.” Ungkap Bu Nia.

Setelah itu, para peserta diajak untuk mengenal, “Mengapa membaca itu penting?”

Setidaknya, membaca itu penting, terkhusus untuk hal menulis, adalah memperkaya kosa kata, memahami strukur teks, mengasah imajinasi, menambah wawasan, meningkatkan kemampuan menulis.

“Apa yang kalian lihat, apa yang kalian baca: tulis saja!”

Karena memang, dalam konsepnya, membaca itu menjadi hal yang sangat penting dalam membangun pondasi awal untuk menulis, menjadi penulis. Penulis itu harus menulis, menulis itu harus membaca.

Pada pendalaman materi itu juga turut menjelaskan perihal kosa kata baku, struktur teks, dan tips memilih bahan bacaan yang tepat meliputi tentukan tujuan membaca, pilih bahan bacaan yang menarik, pilih bacaan yang sesuai dengan kemampuan, cari referensi dari sumber terpercaya, dan cari bahan bacaan yang relevan dengan yopik yang ingin ditulis.

Setelah banyak hal yang dijelaskan dengan luas, lugas, dan jelas, moderator mencukupkan pemaparan dan membuka sesi tanya jawab. Sontak saja, banyak pertanyaan yang diajukan.

Dari sekian pertanyaan, ada satu pertanyaan perihal mood dan deadline yang jika saja tidak berjalan dengan sinergi, akan berdampak pada kualitas tulisan. Setelah itu, Bu Nia menjawab dengan jawaban yang sangat mengena:

“Menulis itu bukan soal mood! Menulis itu soal paksaan! Yang dibangun itu bukan tulisannya, tapi habitmu! Kebiasaan menulismu! Setelah kebiasaan menulis itu telah terbangun, nanti tulisanmu yang akan membangun dirimu! Jangan jadi penulis cengeng!”

Acara ditutup dengan foto bersama.

Wallahu a’lam.

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Memperingati Haul Nyai Dlomroh, Sang Kunci Berdirinya Pondok Lirboyo

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Gus Reza: “Ilmu Tanpa Sanad, Bagai Perang Tanpa Senjata”

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Bekal Pengabdian: MQQ Al Mahrusiyah Gelar Diklat dan Khotmil Qur’an Ke 5

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Haru Biru Pemilu Ketua Pondok Baru

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Di Haul Masyayikh Lirboyo 2026, KH Reza Ahmad Zahid Tekankan Perbarui Niat

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”

Habib Jindan: “Sanad Bagian dari Agama”