web analytics

Puncak Harlah Asrama Darur Rosyidah Ke-24

Pemberian hadiah lomba harlah oleh Ning Ochi dan Kak Afnan
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
1 0
Read Time:5 Minute, 51 Second

Kediri, Elmahrusy Media,

(01/01), bertepatan dengan tahun baru masehi dan malam Jum’at yang berkah, Asrama Darsyi memperingati puncak harlah yang ke-24. Acara yang di gelar di Aula Al-Fatah Asrama Darur Rosyidah ini diikuti oleh seluruh santri wati Asrama Darsyi dan juga ibu-ibu alumni.

Acara di mulai ba’da sholat magrib berjama’ah oleh Agus Ahmad Nasyruddin Moenir, sebelum bertawasul memulai pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, beliau terlebih dahulu dawuh, “Semoga di moment tahun baru, moment harlah, moment syahrullah ini kita menjadi pribadi khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia),” tutur Gus Anas kemudian bertawasul.

Susunan acara pada malam hari ini, yang pertama yakni pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani kemudian pembacaan maulidud diba’i, sambutan perwakilan alumni, sambutan dari Ning Ochi, kalam dawuh dari Gus Anas, potong tumpeng, pembagian hadiah lomba harlah, pembagian doorprize, dan terakhir do’a penutup dari Ustadzah Salma.

Usai pembacaan manaqib dan maulid diba’ dilantunkan, acara selanjutnya yakni sambutan dari perwakilan alumni oleh Ibu Salimatin Ni’mah. Dalam sambutannya beliau bercerita, “Saya masih ingat dulu tanggal 6 Januari 2002, saya beserta teman-teman saya yang ada di sini pindah dari Astri (Asrama Putri) belakang Kampus Tribakti ke sini diiringi gerimis tipis-tipis yang syahdu,” tutur beliau bernostalgia.

Ibu Salimatin Ni’mah alumnus PP HM AL-Mahrusiyah

Ibu Ni’mah juga bercerita, “Malam itu kita pindah ke sini namanya belum Al-Mahrusiyah, karena belum punya nama akhirnya di namakan pondok HM Imut, ini karena santri-santrinya imut-imut,” cerita beliau sambil bergurau.

Dulu, ketika pondok HM Imut pertama kali dihuni oleh santri putri, itu jumlah santrinya masih sebanyak 128 orang dengan perincian 3 orang menjadi pengurus dan 125 orang santri biasa.

Ibu Ni’mah berpesan, “Pesan saya kepada adek-adek, selama di pondok taatlah peraturan, karena peraturan itu ada untuk ditaati bukan untuk dilanggar, kalo kalian bisa mentaati peraturan pondok insyaallah setelah keluar dari pondok dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan beliau kepada mbak-mbak santri.

Ibu Ni’mah juga berpesan, “Jangan pernah meragukan barokahnya pondok. Tolong dikuatkan niatnya, niat tholabul ilmi, niat khidmah. Khususnya kelas 12, karena kelas 12 itu JKM. Jadi, khusus JKM jangan ngresulo (mengeluh) karena JKM itu kepanjangannya Jam’iyah Khidmatul Ma’had.” Pesan alumni sekaligus wali santri.

Beliau juga menuqilkan dawuh ibu nyai Zakiyyah, “Nik, deloken arek-arek iku koyo gak ndue beban, turu yo turu apalan yo apalan. Sok bakalan awakmu rasakne nek wes metu soko pondok,” tutur Ibu Ni’mah menuqil dawuh ibu nyai Zakiyyah kepada beliau dulu.

Jadi, dari dawuh ibu nyai tersebut, untuk sekarang dinikmati saja masa-masa di pondok. Karena masa di pondok itu adalah masa yang paling enak, nikmati masa-masa mengaji yang tak bisa diulang kembali.

Ibu Ni’mah juga berpesan, “Yang jadi pengurus yang ikhlas jangan cuma cari nama cari muka,” pesan beliau kepada mbak-mbak pengurus.

Karena pengurus itu enak tidak enak, pengurus di posisi tengah-tengah. Dari atas dapat tekanan pengasuh dari bawah santri-santrinya tidak terimaan. Pesan Ibu Ni’mah, “Kalian pastinya selama di pondok tertekan dengan aturan, kegiatan, dan jadwal. Dinikmati saja, kalo sudah gak di pondok pasti merasakan manfaatnya,” pesan beliau kepada seluruh santri Asrama Darsyi.

Terakhir Ibu Ni’mah berpesan, “Untuk mbak-mbak alumni jangan sampai melupakan Pondok HM Al-Mahrusiyah, karena kita semua bisa seperti ini berkat dari pondok dan masyayikh. Insyaallah di pondok tempat yang mustajab. Jangan pacaran itu larangan keras,” pesan beliau kepada alumni dan mbak-mbak santri.

Sambutan selanjutnya dari Ning Hj Ita Rosyidah Miskiyah atau Ning Ochi. Dalam sambutannya Ning Ochi dawuh, “Insyaallah alumni yang hadir disini min jumlati alumni yang alim bukan yang alum,” tutur garwo Agus Ahmad Nasyruddin Moenir.

Dalam sambutannya ning Ochi dawuh, “Alhamdulillah Darsyi diberi umur yang berkah. Rasulullah SAW dicetak menjadi utusan Allah SWT yang pasti ma’sum tapi beliau di setiap malam selalu sholat sampai sukunya (kakinya) bengkak, hingga beliau ditanya oleh sahabat dan Rasulullah menjawab, apakah dengan anugrah yang diberikan Allah kepada saya, saya tidak boleh bersyukur,” tutur pengasuh PP HM AL-Mahrusiyah Asrama Darur Rosyidah.

Dari dawuh Ning Ochi tersebut sudah sepatutnya kita bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ning Ochi berharap, “Semoga kita selalu diberikan ta’alluq dan irtibath yang lebih kuat kepada para masyayikh dan pondok Al-Mahrusiyah selalu dijaga dari fitnah dunia maupun akhirat,” harapan Ning Ochi di milad Darsyi yang ke-24.

Beliau juga dawuh, “Lomba-lomba sebagai bukti bahwa Darsyi bukan hanya sekedar batu bata apalagi plang nama, ada alumni dari zaman onta hingga zaman toyota, itu menandakan bahwa Darsyi ini sebuah rumah kita semua yang seharusnya kita jaga, kita cintai, sebagai tempat ngecas manah, ngecas ati, tempat kembali, dan pelukan yang kita idam-idamkan kala kita keluar melangkah pindah kamar. Semoga kita mendapat keberkahan yang lebih besar dari para masyayikh,” tutur serta harap ning Ochi kepada santri dan alumni.

Baca juga berita Musabaqah Hifdzil Qur’an Pembuka Lomba Harlah Asrama Darur Rosyidah Ke-24

Karena sebanyak apapun yang kita persembahkan kepada guru, tidak akan cukup untuk membalas apa yang beliau berikan kepada kita semua. Dan Ning Ochi berdo’a, “Semoga kita mendapat ridho Allah, rosul, dan masyayikh,” do’a beliau sekaligus menutup sambutan.

Setelah sambutan dari Ning Ochi dilanjutakan kalam dawuh dari Gus Anas. Gus Anas dawuh, “Perjuangan untuk mencapai usia ke-24 itu pasti tidak mudah. Dulu hanya 128 sekarang bisa dikali 10 atau 20, itulah barokahnya ilmu dan masyayikh,” tutur menantu almarhum almaghfurlah KH Imam Yahya Mahrus.

Kemudian Gus Anas ngendikan, “Ikut dawuh para ulama, Rojab itu bulan istighfar, Sya’ban bulan sholawat, dan Romadhon bulan Qur’an. Selama kita masih diberi nyawa dan ruh, tidak ada kata yang patut diucapkan kecuali alhamdulillah,” tutur beliau kepada santri dan alumni.

Gus Anas juga menuqilkan dawuhnya Gus Mus dan Sayyid Umar bin Khotob r.a, “Dawuh Gus Mus ketika bulan kelahiran itu kita bersyukur dan dawuh Sayyid Umar bin Khotob r.a setelah bersyukur kita bermuhasabah,” tutur beliau.

Jadi, sudah seharusnya ketika kita bertambah usia kita bermuhasabah diri agar menjadi lebih baik. Gus Anas dawuh, “Setelah beristighfar maka banyak-banyak bersholawat agar diberi petunjuk oleh nabi Muhammad SAW,” pesan Gus Anas.

Gus Anas juga dawuh bahwasannya bulan Rojab adalah bulan pembuka bagi bulan-bulan berikutnya hingga bulan Romadhon sebagai syahrul Qur’an. Beliau bercerita, “Di Surganya Allah ada telaga bernama Rojab karena saking mulianya. Barang siapa yang berpuasa setidaknya satu hari di bulan Rojab maka akan merasakan istimewanya telaga Rojab,” tutur pengasuh PP HM AL-Mahrusiyah Asrama Darur Rosyidah.

Terakhir, dawuh beliau, “Kami mohon do’a restu agar ma’had ini menjadi ma’had yang berkah dan dapat menjadikan santrinya khoiru ummah (umat yang baik),” tutur beliau sekaligus sebagai penutup sambutan puncak harlah Darur Rosyidah ke-24.

Setelah itu, acara dilanjutkan potong tumpeng, pembagian hadiah lomba harlah, pembagian doorprize, dan do’a penutup oleh Ibu Salma selaku alumus juga ketua pondok kedua Astri periode 1994-1996.

Baca juga berita Harmoni Nasyid Di Seperempat Abad Usia Darur Rosyidah

Waallahu a’lam.

 

 

 

About Post Author

Anisafu

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

Kuis Pemantik dan Analogi Unik Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di Asrama Al-Misky

Kuis Pemantik dan Analogi Unik Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di Asrama Al-Misky

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

Masbro dan Is’ra Mi’raj Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Masbro dan Is’ra Mi’raj Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Khazanah 2026: Makam Masyayikh Gedongan

Khazanah 2026: Makam Masyayikh Gedongan

Khazanah 2026: Makam Sunan Gunung Jati

Khazanah 2026: Makam Sunan Gunung Jati