web analytics

Permata Yang Hilang

0 0
Read Time:24 Second

Di sudut jendela

Angin berlalu hilir kesana kemari

Sehelai daun terlepas, di antara batuan-batuan hening

Yang terpendam dari keluh kesah

 

Menapak di bumi tanpa arah pasti

Terasingkan oleh waktu

Disiasati ego yang membisu

Apa yang sudah terjadi

 

Also Read: Menulis Senyummu

Syahdunya rebana pun ditabuh

Menemaniku menyusuri kenangan kelam

Desiran pasir hilang tergerus ombak

Membawa sesirat kata tentang rindu

 

Kudayung perahuku, menyongsong laut biru

Sembari menengadahkan mata ku lawan arus menujumu

Dan ku bayangkan kau sedang menunggu daku

Memandang wajahku dengan senyum mungilmu

About Post Author

Lidya Dewi Banowati

Traveller Asli Kelahiran Kota Proklamator
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Traveller Asli Kelahiran Kota Proklamator

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Merajut Asa Meraih Mimpi

Merajut Asa Meraih Mimpi

Surat Jawaban Untuk Pertanyaan Kekasih Di Musim Gugur

Surat Jawaban Untuk Pertanyaan Kekasih Di Musim Gugur

Menulis Senyummu

Menulis Senyummu

Mataku Melihat Rupiah

Mataku Melihat Rupiah

Tak dapat Dimegerti

Tak dapat Dimegerti

Kembali Lagi.

Kembali Lagi.