web analytics

Surat Jawaban Untuk Pertanyaan Kekasih Di Musim Gugur

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Kekasih, surat ini kutuliskan tanpa perlawanan dan tipu daya

Kekasih, taukah kamu, aku adalah seorang nestapa di hadapan puisi

Aku cukup payah dan sialan untuk merapal huruf per kata, kata per kalimat, kalimat per paragraf, paragraf per helai lembar kuntum harum ranum cium diksi, imaji, tipografi, majas, rima, nada, rasa, makna, dan cantikmu

Kekasih, sungguh adalah tindakan yang tidak terpuji jika saja aku lancang memberikanmu sekuntum puisi dari apa yang aku tulis, bahwa sesungguhnya kamu tercipta dari puisi itu sendiri, tepat saat tuhan sedang menuliskanmu dalam keadaan meneguk mabuk dan manisan sebagai kudapan

Kekasih, tidak ada satupun keberanian yang bisa aku banggakan selain dari rindu yang menjelma menjadi rapalan doa-doa yang terbata tanpa kata

Apakah tuhan tersinggung aku menyebut namamu di hadapan-Nya?

Sepenuh keyakinanku yang malang, seharusnya sih tidak

Also Read: Menulis Senyummu

Karena Dia jauh lebih mengenalmu dengan utuh.

Namun kabar baiknya, kekasih, aku seorang yang punya cukup malu untuk hidup bersimpuh pada ranting yang rapuh: cengeng, karena aku tau bahwa tuhan menciptakan hidup ini dengan gelak tawa dan tari-tari nyanyi-nyanyian

Kekasih, untuk malam ini saja, bersedialah hadir dalam perayaan meninabobokan sunyi sekaligus resah sebelum sesaat kembali ke peraduan

Tidak perlu membawa apapun dari kado atau hadiah

Pun repot-repot berdandan karena bulan dan bintang akan merunduk di bawah langit-langit anak rambutmu

Cukup matamu yang teduh dan senyum manis itu untuk menunjukkan bahwa aku adalah seorang pendo’a yang khusyuk dan pembaca puisi yang tekun

Aku yang mencintaimu di waktu dhuha musim semi

 

 

Also Read: Kembali Lagi.

 

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Merajut Asa Meraih Mimpi

Merajut Asa Meraih Mimpi

Menulis Senyummu

Menulis Senyummu

Mataku Melihat Rupiah

Mataku Melihat Rupiah

Tak dapat Dimegerti

Tak dapat Dimegerti

Kembali Lagi.

Kembali Lagi.

Seduh Sedih Akomodasi Pribadi Bikin Merintih

Seduh Sedih Akomodasi Pribadi Bikin Merintih