web analytics

Tahun Baru Datang Lagi, Tapi Sudahkah Kita Benar-Benar Berubah?

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:3 Minute, 3 Second

Tahun baru adalah sebuah momen yang sering paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang yang ada di dunia. Ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat dunia yang mengikuti perayaan malam tahun baru dengan senang hati dan gembira. Bahkan mereka rela meninggalkan segala kesibukannya untuk menikmati suasana malam tahun baru yang dihiasi oleh kembang api indah di atas langit.
Tak hanya itu saja, beberapa masyarakat di belahan dunia memiliki tradisi perayaan yang berbeda-beda. Dan hampir di seluruh perayaannya pasti mereka selalu berharap dengan datangnya tahun baru yang lebih mensejahterakan dan dijauhkan dari segala keburukan yang akan datang.
Dari beberapa di antaranya adalah festival lampion di Yogyakarta, pertunjukan barong di Bali, festival budaya di Ambon, dan masih banyak contoh lainnya. Akan tetapi banyak dari kita semua tak sadar bahwa tahun baru tak hanya sekadar pergantian tahun saja. Akan tetapi di dalamnya akan berisi introspeksi diri agar menjadi versi yang lebih baik di tahun berikutnya.
Terkadang banyak dari kita semua (termasuk yang buat) tak sadar akan hal ini, padahal introspeksi diri sangat berguna untuk perkembangan diri kita sendiri. Tak sedikit pula orang yang memaknai tahun baru sebagai tahun yang krusial. Hal ini disebabkan karena adanya kondisi dan situasi yang berbeda. Dicontohkan dengan para pengamat ekonomi yang mengatakan bahwa tahun selanjutnya adalah sebuah bentuk perubahan yang akan terjadi pada kondisi ekonomi Indonesia. Walaupun mereka tetap mengingatkan kepada seluruh aktivis ekonomi untuk selalu berhati-hati dalam kuartal 3–4 mendatang.
Selepas dari itu semua, tahun baru merupakan awal yang bisa dikatakan sebagai batu loncatan kita untuk menuju seorang yang lebih baik. Jika dari diri kita sendiri belum ada perubahan pada 3 bulan pertama, maka mulailah mencari apa kesalahan ataupun kekurangan yang ada pada diri kita. Kemudian dilanjutkan dengan adanya perubahan secara perlahan.
Banyak sekali asumsi yang salah tentang adanya perubahan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang ingin hidupnya berubah dengan hal-hal yang sebelumnya belum pernah ia lakukan. Dan ini sering terjadi di kalangan kita (termasuk yang buat), kita mengira bahwa dengan ledakan gaya hidup ataupun struktur hidup yang ada dalam hidup kita dapat mengubahnya secara konstan dan akan bertahan lama.
Banyak sekali kita tak sadar bahwa seekor kupu-kupu yang indah bisa menjadi demikian dengan adanya perubahan kecil yang terjadi dalam hidupnya di kepompong, dan itu terjadi secara konsisten. Dalam artian apa? Bahwa semua perubahan yang ada di dunia tak akan ada dengan sekejap mata dan konstan. Hal ini membutuhkan proses yang sangat berat dan konsistensi tinggi yang diperlukan.
Salah satu dari bentuk konsistensi yang bisa kita lakukan dalam hidup adalah dengan secara perlahan tidak terlalu bergantung kepada gadget atau handphone yang kita miliki. Mungkin banyak dari kalian yang tidak terima dengan hal ini, tapi itu tak masalah. Karena pada akhirnya suatu saat kalian akan mengetahuinya. Sering kali terjadi di diri kita sendiri (secara sadar atau tak sadar), baru bangun tidur kita langsung membuka handphone yang kita miliki. Mungkin dari beberapa pembaca sekalian ada yang menggunakannya untuk kepentingan kerja ataupun kantor yang mana dalam hal ini tak dapat dielakkan urgennya.
Akan tetapi apakah bisa kita samakan dengan seorang yang seperti kita ini terkadang bangun pun masih bingung mau ngelakuin apa. Nah, dari hal ini lah bisa kita lakukan langkah kecil yang bermakna. Mulai dari mengurangi waktu menonton gadget dalam sehari kemudian dengan mulai membiasakan hal tersebut. Setelah mulai terbiasa maka dengan perlahan kita lakukan apa yang diwajibkan Tuhan untuk umat-Nya.
Dengan mulai melakukan hal-hal kecil yang ada dalam kehidupan, secara perlahan kita akan paham bahwa semuanya itu tak perlu tergesa-gesa. Karena semua hal yang tergesa-gesa sangatlah tidak baik. Selamat mencoba, dan jangan lupakan untuk selalu meminta bantuan kepada Tuhan Yang Maha agar tidak salah arah dalam melakukan kebiasaan kecil yang berarti.
Salam perubahan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
perubahan
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Rosulullah, Isra Mi’raj, dan Sholat

Rosulullah, Isra Mi’raj, dan Sholat

Kita Perlu Bercanda Untuk Hidup yang Membosankan Ini!

Kita Perlu Bercanda Untuk Hidup yang Membosankan Ini!

Urgensi Barang Ori

Urgensi Barang Ori

Hal Yang Harus Di Lakukan Pada Tahun Baru; Perspektif Islam

Hal Yang Harus Di Lakukan Pada Tahun Baru; Perspektif Islam

Analogi Militansi Media Pondok Jatim dan Perjuangan Komite Hijaz Nahdlatul Ulama

Analogi Militansi Media Pondok Jatim dan Perjuangan Komite Hijaz Nahdlatul Ulama

Tanggung Jawab Manusia Terhadap Lingkungan

Tanggung Jawab Manusia Terhadap Lingkungan