Melanjutkan pembahasan pada artikel sebelumnya. Bahwasannya sebelumnya kita telah membahas anjuran bagi seorang pembaca ataupun orang yang sedang belajar Al-Qur’an untuk selalu memperhatikan dirinya. Dan sebelumnya pula telah disebutkan beberapa adab bagi orang yang sedang membaca atau mempelajarinya.
Maka langkah selanjutnya, kita akan membahas beberapa ayat yang diutamakan dalam membacanya sebagaimana yang kami ambil dari Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an.
Seperti yang disebutkan oleh Imam Nawawi:
لسنة أن يقرأ في صلاة الصبح يوم الجمعة بعد الفاتحة في الركعة الأولى سورة الم تنزيل بكمالها وفي الثانية هل أتى على الإنسان بكمالها ولا يفعل ما يفعله كثير من أئمة المساجد من الاقتصار على آيات من كل واحدة منهما مع تمطيط القراءة بل ينبغي أن يقرأهما بكمالهما
Artinya: “Sunah membaca dalam shalat Subuh pada hari Jum’at sesudah Al-Fatihah, pada raka’at pertama surat Alif Lam Mim Tanzil secara lengkap. Dan pada raka’at kedua membaca surat Al-Insan secara lengkap. Jangan melakukan seperti yang dilakukan banyak imam masjid yang hanya membaca sebagian ayat dari masing-masing surat dengan memanjangkan bacaan. Tetapi hendaknya membaca keduanya secara sempurna dan perlahan dengan tartil.”
Hal di atas dijelaskan dalam riwayat yang sahih dari Rasulullah SAW:
فكلاهما صحيح عن رسول الله ﷺ: وليتجنب الاقتصار على البعض وليفعل ما قدمناه
Artinya: “Keduanya adalah riwayat yang sahih dari Rasulullah SAW. Hendaklah tidak membatasi dengan membaca sebagian surat saja dan hendaklah melakukan sebagaimana yang telah kami kemukakan.”
Selain beberapa anjuran di atas, ada pula beberapa ayat yang disunahkan membacanya pada kondisi tertentu. Dan akan disebutkan di bawah ini:
رواه أبو محمد الدارمي باسناده عن أبي سعيد الخدري ﵁ قال من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له النور فيما بينه وبين البيت العتيق
Artinya: “Diriwayatkan oleh Abu Muhammad Ad-Darimi dengan sanadnya dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata: ‘Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, akan diberikan cahaya antara dirinya dan Al-Baitul ‘Atiq (Ka’bah).’”
عن أبي مسعود البدري ﵁ أن رسول الله ﷺ قال: الآيتان من آخر سورة البقرة من قرأ بهما في ليلة كفتاه قال جماعة من أهل العلم كفتاه عن قيام الليل وقال آخرون كفتاه المكروه في ليلته
Artinya: “Dari Abu Mas’ud Al-Badri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, barangsiapa membacanya pada suatu malam, maka keduanya akan mencukupinya.’ Sebagian ulama mengatakan: mencukupinya dari qiyamul lail. Dan sebagian lain mengatakan: mencukupinya dari keburukan pada malam tersebut.”
عن عقبة بن عامر ﵁ قال أمرني رسول الله ﷺ أن أقرأ المعوذتين دبر كل صلاة رواه أبو داود والترمذي والنسائي قال الترمذي حديث حسن صحيح
Artinya: “Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW memerintahkanku membaca Al-Mu’awwidzatain setiap selesai shalat.’”
(Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i. Tirmidzi berkata: hadits hasan sahih.)
Itulah beberapa ayat khusus yang perlu diperhatikan saat melaksanakan ibadah (shalat) maupun dalam keseharian.
Wallahu A’lam.