web analytics

Tob Tob Tob Tob…

0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Tiba-tiba saja, akhir-akhir ini jadi banyak orang yang meng-Tob tobi tob tob tobi tob tob tobi tob tob tobaliy.

Kalimat itu memberi kesannya tersendiri di telinga; mungkin aneh, mungkin membingungkan atau malah menggelitik.

Menuntut untuk mencari tau, searching dan sharing; hingga jadilah tulisan ini.

Tob tobi tob tob tobi tob tob tobi tob tob tobaliy adalah penggalan dari larik puisi yang berjudul ‘Sawt Safiri Al-Bulbuli’ yang artinya ‘Suara Siulan Burung Bulbul’.

Puisi arab klasik yang terkenal dengan ritme cepat dan rima diksinya yang menarik ini selalu dikaitkan dengan seseorang yang bernama al-Asma’i, seorang penyair dan ahli bahasa dari era Abbasiyah, yang konon menciptakannya untuk menantang Khalifah Abu Ja’far al-Mansur yang terkenal pecinta dan penghafal handal puisi.

Menurut cerita, khalifah memiliki kebiasaan mampu menghafal puisi hanya dengan sekali mendengar, juga budak-budaknya yang mampu menghafalnya setelah dua atau tiga kali mendengar.

Dengan cara ini, khalifah bisa mengklaim bahwa puisi yang disampaikan para penyair bukanlah karya baru sehingga ia tidak perlu memberikan hadiah kepada para penyair.

Untuk mengatasi hal ini, al-Asma’i menyusun puisi dengan susunan kata yang sulit diingat, penuh pengulangan, dan ritme cepat yang membingungkan. Akibatnya, khalifah dan para pembantunya gagal menghafalnya, sehingga al-Asma’i berhasil memenangkan tantangan tersebut dan mendapatkan hadiah.

Puisi itu menceritakan tentang suara-suara alam dan musik yang terdengar bersamaan, seperti ranting yang berbunyi, alat musik yang dimainkan, dan burung yang berkicau. Semua itu membentuk irama yang alami dan selaras. Tentu juga makna yang mendalam.
Namun kiranya, kita bisa mengarahkan per-tob tob-an ini, dalam mengejar makna Ramadhan dan pembelajaran, kata ‘tob’ ini bisa kita arahkan pada kata ‘tobat’.

Di tanggal Ramadhan yang kesekian ini, sudahkah kita bertobat?

Memohon ampun, mengakui kesalahan, dan mantap untuk tidak akan mengulanginya kembali?

Apa yang membuat kita belum, hingga enggan bertobat?

Padahal dalam kitab Zubdat al-Wa’izhin, pada sebagian keterangan hadits, Nabi bersabda:

ويقول الله تعالى في كل ليلة من رمضان ثلاث مرت: هل من سائل فأعطيه سؤله؟ هل من تائب فأتوب عليه؟ هل من مستغفر فأغفرله؟

“Dan Allah menyeru di setiap bulan Ramadhan sebanyak 3 kali: ‘Apakah ada orang yang meminta, maka akan Aku beri permintaannya itu? Apakah ada orang yang bertobat, maka akan Aku terima tobatnya itu? Apakah ada orang yang memohon ampun, maka akan Aku ampuni dia?’”

Dengan semembludak dosa kita dan semembludak ampunan yang Allah berikan di bulan Ramadhan ini, ayo segera kita bertob tob tob tob tob!

*Tobat.

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!

Refleksi Hari Kartini: Menilik Ketangguhan Ekonomi Perempuan di Sektor Lapangan

Refleksi Hari Kartini: Menilik Ketangguhan Ekonomi Perempuan di Sektor Lapangan