web analytics

Asa

0 0
Read Time:20 Second

Duduk, diam, termenung
Disana!
Dibawah guratan senja yang pernah ada
Bisakah ku gapainya tanpa usaha?
Oh, tidak tentunya
Kulihat sekeliling
Ceritaku dimulai
Waktu akan berjalan secepat angin
Detik dan menit akan segera terganti
Meninggalkan semua kenangan
Membentuk kepingan-kepingan kehidupan
Setiap kepingan adalah kekuatan
Setiap goresan adalah ujian
Yang harus dilalui demi masa depan
Dan hanya menyisakan satu jawaban
Langkahkan atau diam

 

Buah pena:

Arina Dhiya’ul Husna

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
PuisiSastra

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Anggraeni yang Harus Mati

Anggraeni yang Harus Mati

Lembu Suro dan Ramalan Jayabaya: Misteri dari Kediri

Lembu Suro dan Ramalan Jayabaya: Misteri dari Kediri

Harapan | Cerpen

Harapan | Cerpen

Tekad | Puisi

Tekad | Puisi

Kitab Kuning Santri

Kitab Kuning Santri

Beda Aku Dengan Nabi

Beda Aku Dengan Nabi